Diskominfo Genjot Jateng Jadi Provinsi CSIRT

Kepala Diskominfo Jateng, Riena Retnaningrum
Kepala Diskominfo Jateng, Riena Retnaningrum. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Salah satu tugas pokok Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah ialah memastikan sistem pemerintahan berbasis elektronik yaitu aplikasi pelayanan aman menyimpan informasinya masyarakat. Terlebih didukung dengan perkembangan era digital.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng melalui Diskominfo mempunyai program JatengProv Computer Security Incident Response Team (JatengProv-CSIRT) sejak 2023 lalu. Melalui program ini dibentuk tim reaksi cepat terhadap kejahatan siber yang terjadi di kalangan pemerintah provinsi.

Selamat Idulfitri 2024

Riena menyebut tim reaksi cepat dalam program ini sudah ada di seluruh OPD. Dari 35 daerah di Jateng, sebanyak 21 kabupetan/kota sudah mempunyai CSIRT. Sementara 14 kabupaten/kota lainnya akan menyusul.

Baca juga:  45 Rumah di Semarang Rusak akibat Bencana

“Harapannya setelah semuanya jadi provinsi CSIRT dan kabupaten/kota CSIRT. Tinggal kita scraping lagi untuk menambah knowledge komitmen dengan integritas,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, belum lama ini.

Targetnya, tahun 2024 seluruh wilayah di Jateng akan menjadi kabupaten/kota CSIRT. Lebih lanjut Diskominfo Jateng juga berfokus terhadap digitalisasi di tingkat desa. Melalui bantuan internet desa gratis, Pemprov Jateng telah menyalurkan bantuan wifi dengan kecepatan 100 mbps. Terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dan daerah miskin ekstrem.

Baca juga:  Gerakan Pangan Murah Jateng: Omzet Rp 5,6 Miliar, Sasaran 130 Kali hingga Jelang Lebaran

Pihaknya juga mendorong seluruh desa melalui pemerintah daerah untuk berinovasi menjadi desa digital. Sehingga potensi lokal bisa terangkat dan dikenal masyarakat luas.

“Desa pun juga bisa berinovasi dengan desa digital. Di Jateng juga punya di (desa) Krandegan, Purworejo dan Kemuning, Karanganyar untuk desa digitalnya. Inovasi-inovasi itu perlu, sekarang jangan hanya menunggu bola tapi kita menjemput bola,” ungkapnya.

Diketahui saat ini ada 599 desa di Jateng yang mendapatkan bantuan fasilitas dari program internet desa. Tahun 2022 ada 53 desa, tahun 2023 ada 331 desa, dan tahun 2024 ada 215 desa. Harapannya ke depan seluruh wilayah di Jateng menerapkan digitalisasi.

Baca juga:  Bank Jateng Gelar Pasar Sayuran Gratis Sepanjang Ramadan

“Karena internet desa itu sangat diperlukan untuk kemajuan desa itu sendiri, wisata dan sebagainya sekarang yang lagi booming wisata desa, kalau inovasinya (desa) tinggi maka akan laku keras,” ucapnya. (luk/gih)