Driver Online Tuntut Aplikator Naikkan Tarif

SUARAKAN: Seorang pengemudi taksi online membawa poster saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (28/2/24). (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ratusan driver online melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, kemarin. Mereka meminta SK Gubernur Jateng 974.5/36 tahun 2023 terkait tarif bisa dilaksanakan. Massa datang dengan membawa mobil mereka yang kemudian diparkirkan secara berjejer memenuhi Jalan Pahlawan.

Berdasarkan SK Gubernur tersebut, tarif batas bawah untuk angkutan online Rp 3.900. Sementara, tarif batas atas mencapai Rp 6.500 dan tarif minimal untuk 3 kilometer pertama Rp 12.600. Namun, saat ini tariff dari aplikator masih di bawahnya.

Selamat Idulfitri 2024

Korlap Aksi Satria Bayu mengatakan, penetapan tarif tersebut seharusnya dilaksanakan oleh aplikator paling lambat hari ini, Rabu 28 Februari 2024. Namun belum ada satu aplikator yang menerapkan tarif tersebut. Oleh karena itu, pihaknya mendatangi Kantor Gubernur.

Baca juga:  PPDB SMKN Jateng Sampai 31 Maret

“Dari November sampai sekarang belum ada yang menjalankan dari aplikator manapun sampai tanggal ini yang kemarin dari dishub sudah ditetapkan segara dilaksanakan maksimal tanggal 28 (Februari 2024) tapi sampai sekarang belum dijalankan sama sekali oleh tiga aplikator (Grab, Gojek dan Maxim) di Semarang,” jelasnya di sela-sela aksi.

Ia mengaku aksi ini dilakukan secara serentak. Tak hanya di Kota Semarang namun juga dilakukan di Kudus, Jepara, Purbalingga, Purwokerto, Batang, Kendal, dan daerah lainnya.

“3 kilometer awal Rp 12.600 itu sesuai SK yang berlaku. Sekarang tarifnya setiap aplikator beda-beda contoh Grab sekarang per tanggal 28 (Februari 2024) Rp 11.400 itu roda empat, Gojek Rp 11.000, Maxim per tanggal ini Rp 12.000 tapi masih kotor,” ungkapnya.

Baca juga:  Beri Wadah Kreativitas Anak Muda

Tak berselang lama, perwakilan driver kemudian masuk ke Kantor Gubernur Jateng untuk audiensi dengan aplikator dan pihak Pemprov Jateng. Audiensi sempat berlangsung tegang karena belum ada kepastian aplikator melaksanakan SK tersebut hari ini.

“Kita sempat adu mulut karena salah satu aplikator datang terlambat dan tidak mau melakukan dan melaksanakan SK Gubernur. Mereka ngeyel. Tetap tidak bisa menjawab, hanya dikembalikan ke pusat. Sedangkan dari salah satu aplikator ada yang siap secara signifikan sampai ke tarif minimum SK Gubernur, naiknya cuma sedikit,” kata korlap asosiasi driver online, Juminten.

Baca juga:  Tim Futsal USM Juara 2 Turnamen Ramadan Cup

Juminten mengapresiasi Pemprov Jateng yang memfasilitasi bahkan akan menyurati kementerian dan berencana memanggil pimpinan aplikator ke Jateng. Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Erry Derima Ryanto mengatakan pimpinan aplikator akan dipanggil pekan depan.

“Prinsip kami memfasilitasi agar SK Gubernur terkait tarif ini bisa dilaksanakan di Jawa tengah, karena yang memutuskan adalah pimpinan aplikator di Jakarta. Selasa (5/3/2024) akan undang pimpinan aplikator untuk membahas dan melaksanakan (SK Gubernur),” kata Erry. (luk/gih)