Pemkab Bantul Optimistis Selesaikan Persoalan Sampah

PILAH: Petugas TPST ITF Pasar Niten sedang melakukan pemilihan sampah, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul optimis selesaikan persoalan sampah pada 2025. Selain Tempat Pengelola Sampah Terpadu (TPST) Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten, Pemkab telah menyiapkan beberapa TPST lainnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, pihaknya telah merencanakan beberapa TPST pada 2024 ini. Hal ini dimaksudkan karena Pemkab telah berkomitmen bahwa persoalan sampah di Bantul akan selesai pada 2025.

Selamat Idulfitri 2024

“Jadi, selain ITF Pasar Niten, kami juga sedang menyelesaikan TPST di Modalan, Banguntapan dengan kapasitas 50 ton per hari. Kemudian kita bangun juga TPST lagi di Argodadi yang berkapasitas sekitar 40 ton per hari,” ungkapnya.

Baca juga:  Semarakkan Bulan Suci, SMPN 5 Banguntapan Gelar Pesantren Kilat

Selain Halim juga mengatakan, pihaknya juga sedang mempersiapkan tempat pengolahan sampah plastik di Kalurahan Bawuran. Tempat pengelola ini nanti output-nya yakni menjadi papan panel yang akan diekspor.

“Jadi sesungguhnya hari ini yang Pemkab lakukan adalah untuk menyerap sampah yang sampai saat ini sekitar 170 ton. Dan nanti, setelah sampah di Bantul selesai, kita rencanakan juga untuk mengolah sampah dari luar,” imbuhnya.

Di samping itu, TPST tingkat kalurahan juga semakin di gencarkan. Di antaranya yaitu di Kalurahan Panggungharjo, Gowosari, Karangtengah, dan Bangunharjo.

Baca juga:  Antusiasme Siswa Tinggi, SMPN 5 Banguntapan Sukses Gelar Pesantren Kilat

“Kalau terkesan sangat banyak, ya karena kita pandang TPST ini sebagai industri, bukan tempat pembuangan sampah. Jadi harus dipahami TPST yang kita kembangkan ini sebagai sumber unit ekonomi bisnis yang bahan bakunya sampah. Inilah yang kita sebut sirkuler ekonomi,” pungkasnya. (nik/abd)