Sarkem Festival Perkuat Daya Tarik Wisata Kota Yogyakarta

MEMESONA: Peserta Festival Sarkem saat mengikuti parade pada festival 2023 di kawasan Sosrowijayan dan Pasar Kembang. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta akan menyelenggarakan Sarkem Festival pada 1-2 Maret 2024. Kegiatan itu dilakukan untuk promosi potensi pariwisata kawasan Sosrowijayan dan Pasar Kembang dalam rangka untuk memperkuat daya tarik wisata Kota Yogyakarta

Kepala Dispar Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan, Pasar Kembang Festival ini sudah yang keempat kalinya digelar. Acara itu dilaksanakan sebelum bulan puasa, bertepatan dengan ruwahan apem.

Selamat Idulfitri 2024

“Dalam kegiatan itu, kita akan lakukan kolaborasi dengan Kelurahan Sosromenduran, masyarakat, sekolah, dan UJP di kawasan Sosromenduran dan Pasar Kembang. Di mana Sarkem Fest mengusung tradisi Ruwahan yang identik dengan apeman, yang merupakan tradisi Warga Sosromenduran setiap menjelang Ramadan,” ungkapnya.

Baca juga:  Bantul Fokus Pembibitan, Daging Disuplai Luar Daerah

Adapun Panggung Sarkem Fest 2024 akan berlokasi di dua tempat, yakni di depan Kelurahan Sosrowijayan dan di depan Hotel Patra. Selama dua hari, Sarkem Fest akan berlangsung pada pukul 08.00-22.00 WIB di hari pertama dan pukul 16.00-22.00 WIB di hari kedua. “Tujuan Sarkem Fest itu sebagai promosi potensi pariwisata kawasan Sosrowijayan dan Pasar Kembang, dalam rangka untuk memperkuat daya tarik wisata Kota Yogyakarta,” paparnya.

Wahyu menambahkan, Sarkem Fest dimeriahkan dengan pembuatan apem oleh 54 RT, serta kirab 7 gunungan apem. Kemudian dilanjutkan dengan Kenduri Ruwahan Apem di panggung utama depan Hotel Patra.

Baca juga:  Belum Semua UMKM di Sleman Bersertifikat Halal

“Setidaknya terdapat 500 orang yang akan mengikuti Kenduri dengan suguhan takiran nasi gurih ingkung suwir dan minuman wedang seruni. Terdapat 20 booth bazar ekraf (ekonomi kreatif) yang akan diisi produk-produk UMKM. Dimeriahkan juga dengan lomba tari antar sanggar,” tambahnya.

Penggunaan apem dalam Festival Sarkem bukannya tanpa sebab. Apem dalam tradisi ruwahan dimaknai sebagai bentuk maaf (Afwan). Apem yang dikirab nantinya akan didoakan dan dibagikan kepada masyarakat, wisatawan, dan beberapa hotel yang dilewati rute kirab. “Penyerahan apem ini merupakan simbol silaturahmi dan permintaan maaf, sehingga setiap orang akan lebih siap dalam menjalani ibadah selama Ramadan,” pungkasnya. (riz/abd)