Dinkes Pemalang Sosialisasikan Penguatan Tatalaksana Kasus Leptospirosis

PAPARAN: Dr. Lisa Novipuspitasari dari RSUD Sultan Fatah Kabupaten Demak, saat berikan materi tatalaksana kasus Leptospirosis di Aula I Dinkes Pemalang, Kamis (29/2/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang mensosialisasikan penguatan tatalaksana kasus leptospirosis untuk tenaga kesehatan (Nakes), Kamis (29/2/24). Hal ini dilakukan untuk pencegahan dan penanganan penyakit tersebut, dengan harapan mampu mengidentifikasi, serta bergerak cepat menangani masyarakat bila terjadi kasus positif.

Kepala Dinkes Pemalang Yulies Nuraya melalui Kepala Bidang P2P Aris Gunarto mengatakan, giat ini masuk ke dalam pencegahan serta penanganan penyakit menular leptospirosis, di mana terdapat kasus positif di Jawa Tengah pada 2023 lalu. Walaupun belum ada catatan kasus di Pemalang, pihaknya harus tetap mensosialisasikan agar para nakes mampu cekatan melayani masyarakat.

Selamat Idulfitri 2024

“Ini sebenernya dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan di Pemalang dengan peserta nakes dokter dan perencana program pada 9 rumah sakit, serta 25 puskesmas se-Pemalang. Ini agar mereka paham bagaimana penanganan, bila ada kasus mirip gejalanya seperti leptospirosis, sehingga cepat mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujarnya.

Baca juga:  Demplot Pupuk Mulai Pada Masa Tanam Kedua

Sementara itu, Kepala Seksi P2PM Dinkes Pemalang Surip menjelaskan, belum ada catatan kasus leptospirosis di Pemalang. Menurutunya, wabah ini menular melalui urin dari binatang yang berkontak dengan manusia. Ciri-ciri positif akan mengalami demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan kulit, sakit kepala dan nyeri otot betis.

Sedangkan, menurut narasumber dari RSUD Sultan Fatah Kabupaten Demak Dr. Lisa Novipuspitasari yang merupakan ahli spesial penyakit dalam menuturkan, kondisi ciri-ciri penyakit ini mirip seperti DBD dan chikungunya. Sehingga diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, agar mampu meningkatkan persentase penentuan jenis kasus dan penanganannya tepat.

Baca juga:  105 Lansia Terima Santunan

“Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan dan diri, bila ada luka di kaki segera diberikan antiseptik agar cepat sembuh, karena itu salah satu penularannya. Untuk sosialisasi ini total ada 64 dokter, pengelola program di RS dan puskesmas.Harapannya bisa memberikan gambaran dan mensosialisasikan ke masyarakat nantinya,” paparnya.(fan/sam)