Ibu Kunci Generasi Emas, Ini Pesan Penting dari FGD di Semarang

FOTO BERSAMA: Anggota Komisi D Fraksi PKB H.M Rohaini (tengah) usai memberikan materi kepada peserta FGD bertema Happy Parenting Menuju Indonesia Emas di Aula Kantor Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (29/2/24). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang memberi perhatian pada pentingnya peran ibu dalam memberikan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Hal itu disampaikan saat focus group discussion (FGD) bertemakan Happy Parenting Menuju Indonesia Emas di Aula Kantor Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.

Anggota Komisi D dari Fraksi PKB sekaligus narasumber, H.M Rohaini mengungkapkan jika seorang ibu sudah menjadi sosok yang berkualitas, maka anak akan tumbuh dengan sehat. Dengan begitu, predikat Kota Semarang sebagai Kota Layak Anak (KLA) bisa tercermin dengan semestinya.

Selamat Idulfitri 2024

“Artinya dimulai dari ibu-ibu berkualitas. Itulah gerbang pertama semuanya layak anak. Kedua, kita akan selalu berikan edukasi bahwa anak jangan terlalu di stressing. Tapi anak diberikan edukasi sebagaimana (tingkat kebutuhan, Red.) anak itu. Misalnya usia 5 sampai 6 tahun, maka di situ banyak edukasi misal permainan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Kamis (29/2/24).

Baca juga:  Nastar dan Kastengel Jadi Primadona di Chocky and Cookies

Ia menambahkan bahwa dengan banyaknya penduduk di Kota Semarang, itu bukan hal yang menjadi ancaman. Namun kuantitas bisa diubah menjadi kualitas.

Sementara itu, Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Rifki Nugroho mengatakan, kegiatan kemarin bertujuan untuk memberdayakan peran ibu. Mereka juga diwajibkan untuk mempersiapkan putra-putrinya menjadi anak yang berkarakter, cerdas, dan santun guna menyongsong Indonesia Emas.

“Indonesia Emas 2045 misal anak-anak PAUD usia 4 sampai 5 tahun, berarti tahun 2045 umurnya 21 sampai 26 tahun. Maka dari itu kita siapkan anak-anak yang usia 4, 5, 6 menjadi anak yang hebat luar biasa berkarakter cerdas dengan pola asuh yang positif,” ujar Rifki.

Baca juga:  61,6 Juta Orang bakal Mudik ke Jateng, Dishub Buka 35 Posko Terpadu

Ia juga menekankan pentingnya bimbingan belajar dari orang tua ketika anak di rumah. Sebab hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.

“Hal tersebut menjadi tanggung jawab antara sekolah dan orang tua. Ini yang namanya happy parenting. Dengan adanya kegiatan ini kami ajari bagaimana pola asuh ketika di rumah yang menyenangkan,” tambahnya.

Puluhan warga antusias dengan bertanya jawab kepada narasumber terkait dengan materi yang telah dipaparkan sebelumnya. Hal ini yang membuat suasana FGD lebih menyenangkan dan hidup. (int/adf)