Kartu Tani Tak Lagi Wajib, Petani Bantul Bisa Tebus Pupuk Bersubsidi Pakai KTP

GIAT: Petani mengolah lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan sosialisasi kepada kelompok tani daerah ini terkait penebusan pupuk bersubsidi yang sudah bisa menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Hal itu diungkapkan Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, belum lama ini.

“Kita sekarang sudah sosialisasi ke beberapa kelompok tani. Karena kemarin sesuai arahan pemerintah, bahwa sekarang untuk penebusan pupuk itu sudah bisa menggunakan KTP, tidak harus pakai kartu tani,” katanya.

Selamat Idulfitri 2024

Joko Waluyo mengakui bahwa pengambilan maupun penebusan pupuk bersubsidi dengan menggunakan KTP memang tidak mudah secara teori. Namun pemerintah daerah tetap harus sosialisasi kepada kelompok tani maupun kepada kios pupuk lengkap (KPL) di wilayah Bantul.

Baca juga:  Posko Pengaduan THR di Yogyakarta akan Dibuka, Ini Infonya

“Kita sudah hampir selesai. Mungkin minggu ini selesai sosialisasi kepada kelompok dan KPL untuk bagaimana mempermudah penyerapan pupuk yang tidak menggunakan kartu tani, ganti pakai KTP sudah bisa maksud saya,” ujarnya.

Diakui Joko, sebelumnya ketika menggunakan kartu tani terdapat persoalan sendiri dalam menyalurkan pupuk bersubsidi, seperti petani kesulitan menebus pupuk ketika tidak memiliki kartu tani. “Kan kemarin ada masalah dengan kartu tani, kemarin Pak Presiden sudah memberikan instruksi bisa menggunakan KTP, makanya sekarang terus sosialisasi ke kelompok, dan beberapa kelompok sudah gunakan KTP untuk tebus pupuk,” terangnya.

Baca juga:  Masuk Masa Panen, Ketersediaan Beras di Sleman Surplus 4.600 Ton

Meski demikian, dikatakan bahwa ada yang belum siap dengan kebijakan penebusan pupuk dengan identitas kependudukan tersebut, karena itu perlu persiapan dengan pihak KPL, mengingat pengecer ini yang bisa mencairkan pupuk bersubsidi. Terkait alokasi pupuk bersubsidi di Bantul, pihaknya mengaku tidak hafal data, akan tetapi yang jelas mengalami penurunan.

“Akan tetapi di Mei hingga Juni akan ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi dengan sebesar Rp14 triliun dari pemerintah, sehingga nanti di tahun 2024 Insya Allah bisa tercukupi untuk kebutuhan pupuk subsidi,” tandasnya. (ara/abd)