Figur  

Siti Nurul Azizah, Gadis Pendiam yang Terobsesi Jadi Public Speaker

Siti Nurul Azizah
Siti Nurul Azizah. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SITI Nurul Azizah, perempuan yang mengeyam pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus ini dulu dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Kini, ia berambisi untuk menjadi public speaker seperti panutannya yakni jurnalis nasional Valeria Daniel dan influencer Kota Kretek, Mayang.

“Saya itu dulu anti banget di depan umum, selalu merasa sepi di keramaian. Bahkan sekedar mengobrol saja hanya menjawab seperlunya tanpa ada basa-basi,” ujar wanita berkelahiran 2002 itu, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Remaja putri yang dulunya introvert itu kini berubah menjadi extrovert lantaran melihat kakak tingkat kampusnya ketika momen ospek mahasiswa baru (maba) yang saat itu menjadi MC. Dari situlah Azizah, sapaan akrabnya, bertekad untuk bisa menjadi public speaker yang andal dan baik.

Baca juga:  Dari Jualan Minuman Sachet ke Omzet Jutaan Rupiah: Kisah Sukses Seblak Minion di Jepara

“Waktu maba itu melihat kakak tingkat. Dulu saya pendiam. Melihat beliau saya menjadi terobsesi. Akhirnya saya belajar dan mengamati agar bisa menjadi seperti kakak tingkat,” terangnya.

Implementasinya adalah saat ada acara kampus, dirinya selalu mengajukan diri untuk bisa menjadi MC. Hal itu bertujuan untuk melatih public speaking dia agar bisa berkembang lebih baik lagi. Seiring berjalannya waktu, Azizah banyak mendapatkan tawaran dari organisasi atau pihak lain.

Public speaking saya merasa naik level ketika mendapat tawaran acara dari beberapa organisasi dan pihak-pihak lainnya,” tukasnya.

Baca juga:  Salah Jurusan, Zulfatun Berhasil Raih Karir Impian di Laboratorium Medis

Hasil dari itu, pengikut Instagramnya semakin bertambah. Dulu hanya seribuan dan meningkat menjadi empat ribuan lebih. Hal itu didapatkan hasil dari branding yang dibuatnya. Ia pun kini mulai mendapatkan endorse dari wilayah Kudus.

“Dari situ saya mendapatkan endorse rata-rata yang didapat dari daerah Kudus. Seperti, produk pakaian, UMKM lokal, tempat ngopi, dan lain-lain,” bebernya.

Dirinya juga pernah menjalani magang di Radio Manggala Kudus selama tiga bulan. Dari situ, perempuan yang pernah mengeyam pendidikan di MTs Mu’allimat NU Kudus tersebut tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu.

Baca juga:  Fida'ulmu Fidah: Raih Emas Puitisasi Al-Quran dengan Sajak Indah dari Ayat Suci

“Dari magang disitulah, saya berfokus untuk sarana mem-branding lebih kuat lagi. Hasil itu didapatkan selama kuliah. Akhirnya selama magang itu mendapatkan job MC,” katanya.

Dari hasil branding, akhirnya dia mendapatkan job pertamanya dari event dangdut kampung. Awalnya ia hanya mendapatkan ratusan ribu saja. Lambat laun, tarifnya melonjak hingga jutaan.

“Alhamdulillah hasil itu semua, saya ditarik lagi ke tempat magang saya untuk bekerja disitu. Yaitu, Radio Manggala. Saya juga kerja dari situ sejak Februari 2023,” ungkapnya. (adm/adf)