Demak  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Pencegahan Stunting dan DBD

AKTIVITAS: Sosialisasi pencegahan stunting dan DBD kepada masyarakat Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak oleh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 5, Senin (19/2/2024). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 5 mengadakan sosialisasi pencegahan stunting dan demam berdarah dengue (DBD) kepada masyarakat Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang dihadiri puluhan masyarakat dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini dilaksanakan di Balai Desa Tlogorejo, Kabupaten Demak, pada Senin (19/2/2024).

Selamat Idulfitri 2024

Koordinator Desa KKN Posko 8, Aditiya Dewangga Aji mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk menyadarkan penyakit DBD yang dapat menjadi faktor penyebab stunting.

“Sosialisasi ini memang penting untuk dilakukan, sebab melihat berbagai dampak yang diakibatkan penyakit DBD ini. Menurut saya kegiatan ini perlu sinergi bersama masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Dandim 0716 Demak Gelar Acara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas

Di sisi lain, sebagai antisipasi sebelum memasuki musim hujan pada bulan Maret, menurut Aditiya, penting untuk menyosialisasikan bahaya dampak terkena penyakit DBD.

“Saya kira teruntuk pencegahan penyakit DBD bisa didasarkan sekarang ya. Sebab hal itu perlu perlu untuk membiasakan dalam mencegah penyakit DBD,” ujarnya.

Sementara, Tim Kesehatan dan Lingkungan KKN MIT 16 Posko 8, Reyhan Laden menyampaikan materi kepada masyarakat terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pencegahan stunting DBD.

“Sudah disampaikan semua tadi, dari cara bagaimana mencegah penyakit DBD. Kemudian pentingnya menerapkan 3M menguras, menutup, dan mendaur ulang,” ujar mahasiswa semester 8 itu.

Baca juga:  Dandim 0716 Demak Gelar Acara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas

Lebih lanjut, saat sesi tanya jawab ia mengaku mendapat keluhan dari beberapa masyarakat, salah satunya akses air yang kurang bersih saat digunakan setiap harinya.

“Ya memang ada keluhan dari masyarakat. Tetapi itu perlu tindakan yang masif dari pemerintah desa menurut saya, sehingga dalam beraktivitas masyarakat bisa berjalan normal,” pungkasnya. (*/adf)