Pati  

Warga Desa Widorokandang Khawatir Banjir Kembali Rendam Permukiman dan Persawahan

ANTISIPASI: Alat berat sedang membersihkan sampah di Sungai Simo yang sering meluap dan mengakibatkan banjir di Desa Widorokandang Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Banjir menjadi bencana rutin yang melanda Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati setiap musim hujan tiba. Terakhir, desa ini dilanda banjir pada pekan lalu.

Banjir tersebut akibat luapan Sungai Simo. Meskipun banjir yang terjadi pada malam hari ini itu tidak sampai menggenangi permukiman warga.

Selamat Idulfitri 2024

“Kalau tahun ini memang baru sekali air meluap. Itu pun hanya di jalan tidak sampai ke permukiman. Ketinggian airnya hanya bawah dengkul,” ucap Kepala Desa (Kades) Widorokandang, Sunarti, belum lama ini.

Meskipun begitu, pihaknya khawatir banjir akan kembali melanda desa seperti tahun lalu. Mengingat sungai Simo yang berada di Jalan Pati-Juwana itu dinilai sudah dangkal dan sering dipenuhi tumpukan sampah.

Baca juga:  DPC Gerindra Pati Bakal Usung Sudewo Maju Pilkada

Sunarti menilai, banjir yang melanda desanya pada tahun lalu merupakan paling parah. Sebab banjir sampai menggenangi ratusan rumah warganya.

“Paling parah itu pada banjir tahun lalu. Karena banyak rumah warga yang tergenang. Setidaknya ada rumah di 8 RT. Kurang lebih 800 hingga 900 jiwa yang terdampak,” ungkapnya, belum lama ini.

Selain permukiman, lahan pertanian di Desa Widorokandang juga ikut terdampak. Ia menyebut, hampir semua lahan pertanian di desanya pada saat itu mengalami gagal panen.

“Sektor yang terdampak pertanian. Petani di sini gagal panen semua. Kalau di hitung-hitung jumlah mencapai puluhan hektar,” sebutnya.

Baca juga:  BNPB Kunjungi Korban Banjir Pati

Oleh sebab itu, pihaknya pun meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar sungai Simo dinominasi. Mengingat sungai ini disebut sudah lama tidak dikeruk.

“Mintanya dari desa untuk antisipasi banjir ini sungai Simo segera dinormalisasi. Sehingga saat ada hujan air tidak meluap,” tandasnya. (lut/fat)