Dishub Lakukan Persiapan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Libur Lebaran

PASANGKAN: Dishub Bantul saat memasang rambu-rambu larangan bus pariwisata melewati ruas jalan Cino Mati, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul melakukan berbagai persiapan manajemen rekayasa lalu lintas antisipasi libur lebaran. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penumpukan arus kendaraan, serta mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan di beberapa titik tertentu.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Sri Harsono menyampaikan, dalam rangka menjelang liburan lebaran, pihaknya akan melakukan berbagai kesiapan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas. Di antaranya yakni melakukan survei mobilitas jumlah kendaraan yang melewati jalan kabupaten.

Selamat Idulfitri 2024

“Nanti akan kita lakukan sebelum bulan puasa yang berlokasi di jalan kabupaten. Yakni di jalan Jendral Sudirman dan ruas jalan simpang empat Gose sampai dengan simpang empat BPN,” ungkapnya.

Baca juga:  MTsN 4 Bantul Ajak Siswa Belajar Interaktif lewat Kartu Kata

Sementara itu, untuk manajemen rekayasa lonjakan kendaraan di Jalan Parangtritis, pihaknya menyebut akan dilakukan pada saat menjelang dan sesudah lebaran. Tepatnya 7 hari sebelum dan 7 hari setelah hari lebaran.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Sri Harsono
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Sri Harsono. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

“Nanti di waktu itu, kami akan rutin melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Sehingga kami akan menyiapkan titik-titik untuk mengantisipasi lonjakan arus tersebut,” terangnya.

Di lain sisi, pihaknya juga telah menyiapkan antisipasi di ruas-ruas jalan yang rawan kecelakaan, yaitu di Jalan Pleret-Pathuk, tepatnya di area bukit Cino Mati dan ruas jalan Imogiri-Dlingo menuju ke wisata Hutan Pinus Mangunan. Adapun antisipasi itu di antaranya memasang rambu-rambu imbauan, bahwa kendaraan besar seperti bus pariwisata tidak boleh melewati ruas jalan di area Cino Mati.

Baca juga:  Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Kependudukan di Yogyakarta

“Artinya, demi keamanan, sudah ada larangan tidak boleh dilewati. Karena memang, kondisi geografisnya berupa tanjakan disertai banyaknya tikungan, sehingga itu sangat berbahaya,” ujar Sri Harsono.

Setelah adanya peristiwa kecelakaan mobil Elf di Cino Mati akhir 2023, pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kominfo untuk menghilangkan ruas jalan tersebut dari pencarian google maps. “Namun, ruas jalan tersebut hanya bisa diberi tanda merah, yang artinya berbahaya dilewati, bukan memblok total. Harapan kami, hal itu bisa dipahami wisatawan yang hendak berkunjung ke Bantul untuk memilih jalur lain yang lebih aman,” imbuhnya.

Baca juga:  Gelar Workshop Teknik Audio, Hadirkan Praktisi Internasional

Sementara itu, untuk ruas jalan Imogiri-Dlingo menuju ke tempat wisata Hutan Pinus Mangunan, pihaknya juga akan melakukan rekayasa lalu lintas sebagai upaya antisipasi kecelakaan lalu lintas. Dikarenakan, ruas jalan tersebut memiliki turunan yang curam dan sangat riskan jika dilalui bus pariwisata. Apalagi kecelakaan sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Kemarin sudah kami bahas dan banyak masukan agar bus pariwisata yang mau ke Mangunan nanti naiknya lewat Imogiri, lalu turunnya lewat Jalan Patuk-Dlingo. Karena turun ke arah Imogiri sangat curam, apalagi bus besar itu bahaya sekali saat di turunan,” pungkasnya. (nik/abd)