Harga Beras Naik, Disperindag Jateng Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying

Kepala Disperindag Jateng, Ratna Kawuri. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah imbau masyarakat tidak panic buying dalam pembelian beras yang mengalami lonjakan harga hingga saat ini. Sebab pemerintah Jateng sudah memastikan bahwa stok beras aman dan akan terus melakukan berbagai upaya untuk menyetabilkan harga bahan pokok (bapok) ini.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Jateng Ratna Kawuri saat ditemui di komplek Gubernuran, belum lama ini. Menurutnya, tren harga bapok dari akhir tahun hingga awal tahun akan mengalami kenaikan. Terlebih saat menjelang bulan ramadan dan lebaran.

Selamat Idulfitri 2024

“Biasanya kita melihat tren Desember, Januari, Februari agak push. Agak tinggi permintaan konsumsi. Sekali lagi banyak upaya yang dilakukan pemerintah, itu juga jaminan bagi masyarakat agar tidak panic buying,” jelas Ratna.

Baca juga:  DPRD Jateng Ajak Generasi Muda Tingkatkan Pengetahuan & Kapasitas Politik

Ratna tak menampik bahwa harga beras masih tinggi. Salah satu contoh, kata Ratna ada di Pasar Peterongan Semarang, di mana harga harga beras premium yang mencapai Rp 18.000 per kilogram. Namun ini pun juga tak semuanya, karena setiap pedagang akan memiliki harga jual yang berbeda tergantung dari asal pasokan serta besar kecilnya toko.

“Kita kalau melakukan survei dari pedagang satu dengan pedagang lain berbeda. Maka dari itu kita imbau masyarakat untuk jadi pembeli atau konsumen yang cerdas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ratna mengaku banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga bapok sangat beragam. Di antaranya dengan gerakan pangan murah, menyuplai beras SPHP ke pasar tradisional juga retail modern, melakukan pemantauan secara rutin, serta program lainnya.

Baca juga:  Kunjungan Wisata ke Semarang Melonjak 32%, Ini Destinasi Terfavoritnya!

“Kemarin dari pantauan kami itu (beras) medium sekitar Rp 15.100 sampai Rp 15.300, dan premium Rp 16.400 samai Rp 16.700 (per kilo gram),” ungkapnya.

Menurutnya, dampak El Nino serta adanya bencana alam mempengaruhi produksi beras. Terlebih banjir melanda sentra produksi beras di Jateng pada awal bulan Februari lalu. Sehingga ada gangguan pada sisi suplai, hal itu juga menjadi pemicu kenaikan harga beras.

“Kita harapkan dengan Sragen, Wonogiri, Grobogan mulai panen. Mudah-mudahan ini bisa mendongkrak stok dan pasokannya,” tandasnya. (luk/gih)