Joglo Jateng Beri Pelatihan Jurnalistik ke PAC IPNU-IPPNU Mayong

PAPARKAN: Wartawan Joglo Jateng, Umi Zakiyatun Nafis menjelaskan materi tentang produk jurnalistik kepada peserta, Minggu (3/3/24). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Mayong, Jepara menggandeng Media Joglo Jateng untuk menggelar kelas budaya jurnalistik. Kegiatan ini dilakukan guna memupuk para jurnalis muda ditingkat ranting dan komisariat. Kegiatan berlangsung di SMK Islam Manba’ul Ulum Mayong, Minggu (3/3/24).

Ketua PAC IPPNU Mayong, Amik Chusnul Laila mengungkapkan, melihat minimnya literasi rekan-rekannya sekarang ini menjadi tugas bersama. Dalam hal ini dia memfasilitasi dalam memberikan informasi kegiatan di IPNU-IPPNU.

Selamat Idulfitri 2024

Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan. Sebab, materi-materi yang diberikan bisa diaplikasikan ke media masing-masing ranting dan komisariat.

Baca juga:  Memprihatinkan, 138 Sekolah Negeri di Jepara Rusak

“Program seperti ini akan terus kita adakan. Supaya mereka bisa mengolah dan mengaktifkan media melalui produk jurnalistik. Selain itu, mereka juga memperhatikan kaidah kepenulisan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Kegiatan ini, lanjut dia, diikuti oleh seluruh ranting dan komisariat se-Kecamatan Mayong. Terdiri dari 25 peserta masing-masing mengirimkan minimal 2 delegasi. Selanjutnya, mereka akan diberikan materi dan praktek yang dipandu oleh pemateri yang ahli dibidang itu.

“Harapannya, nanti setelah mengikuti kelas pelatihan ini mereka bisa menjadi kontributor di website Biliksantri. Mereka lebih aktif di wilayah masing-masing untuk di mempublikasikan seluruh kegiatan. Yang mana sekarang ini website tersebut sudah berjalan 4 tahun sehingga bisa terus dikembangkan,” jelasnya.

Baca juga:  Banjir di Dorang, Gus Haiz Minta Pemerintah Kirim Bantuan Logistik

Sebagai pengisi materi, Wartawan Joglo Jateng, Umi Zakiyatun Nafis menjelaskan produk-produk yang ada di dalam jurnalistik. Dia menyebutkan bahwa produk tersebut berupa tulisan, video, dan foto. Dia juga menegaskan, dalam memuat media harus mengandung unsur dasar 5W + 1H.

“Jurnalistik itu proses kegiatan dalam mengolah, menulis dan menyebarluaskan berita di media massa. Jika kita punya produk jurnalistik tetapi tidak dimuat di media tidak bisa dikatakan berita. Jadi, lewat media manapun kalau sudah dimuat dan dilihat atau dibaca orang lain bisa dikatakan produk jurnalistik,” ucapnya.

Baca juga:  Musrenbang 2024, Bappeda Jateng Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Jepara

Umi memberikan tips, menjadi seorang jurnalis harus sabar, konsisten belajar, banyak ingin tahu, tidak introvert dan tidak malas. Kemudian, sering membaca berita dan model-model berita.

“Untuk menulis juga bisa menggunakan kata-kata yang sederhana dan enak dibaca. Model penulisan masing-masing seorang jurnalis juga punya ciri khas tersendiri sesuai dengan keinginan. Asal bisa dipahami oleh pembaca,” ujarnya. (cr3/fat)