Figur  

Perluas Networking Bermodal Konten

Linda Rahmanita
Linda Rahmanita. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

TETAP konsisten dalam membuat konten merupakan salah satu cara Linda Rahmanita (20) untuk memperluas networking.

Bagi mahasiswi UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan ini, memperluas jelajah dan pertemanan sangat penting. Terutama ketika terjun di dunia kerja nantinya.

Selamat Idulfitri 2024

Perempuan yang kerap menjadi MC dalam berbagai acara kampus dan diluar kampus itu bercerita awal mula dirinya menjadi seorang konten kreator karena pernah menjadi brand ambassador sebuah lembaga swadaya masyarakat.

Walaupun terkesan karena terpaksa, namun perlahan dirinya mulai menyukai dan akhirnya memutuskan untuk konsisten mendalami dunia konten kreator.

Baca juga:  Gigih Berkompetisi, Rifkanisa Berhasil Sandang Gelar Mapresnas

“Pertama pasti belum terbiasa. Apalagi biasanya aku cuman jadi talent. Tidak ikut dalam proses editing. Tapi sekarang harus terjun langsung jadi kagok. Tapi sedikit demi sedikit berproses akhirnya bisa karena aku lihat ini bisa jadi peluang memperluas networking,” tutur Linda saat diwawancarai, belum lama ini.

Kemahirannya membuat konten ini merupakan suatu hal yang didapatkan dari berbagai pengalaman.

Dimana sebelumnya ia telah sering menjadi pembawa acara atau MC di berbagai acara hingga mahir dalam story talling serta public speaking.

Namun, itu tidak membuat ia sombong dan sungkan berbagi ilmu kepada teman sebayanya.

Baca juga:  Berdandan untuk Hargai Diri Sendiri dan Membangun Karir, Inilah Kisah Tasya Salsabila dari Hobi Menjadi Model

Di berbagai kesempatan ia sering memberikan tips dak trik jitu cara menjadi konten kreator ataupun public speaker.

Baik dalam kontennya maupun secara langsung.

Untuk menemukan ide membuat konten, sering kali inspirasi datang berbagai hal.

Bagi Linda, hal tersebut bisa ditemukan di mana saja.

Terutama lingkungan sekitar, lewat informasi yang didapat dari teman-temannya, dan didukung oleh konten-konten yang sudah ada di media sosial (medsos).

Dengan berbagai ide itulah, Linda mulai membentuk karakter konten atau personal branding yang khas pada konten yang ia buat.

Baca juga:  Tiwi Fadlilatul Azna: Kisah Inspiratif Pelajar NU yang Berprestasi di Tengah Tantangan

“Saran aku, cari lingkungan yg mendukung kamu untuk terus bisa berkarya. Karena berkarya itu butuh lingkungan yang supportif buat mengawal kekonsistenan,” imbuhnya.

“Jangan lupa bangun personal branding juga. Temukan keunikanmu. Boleh mencari ide melalui karya orang lain, tapi harus tetap menjadi diri sendiri dengan karakternya. Jangan bosen buat terus belajar. Karena semua gak ada yang instan,” ucapnya dengan senyuman yang hangat. (fan/adf)