Teater Pencegahan Kebakaran Tutup Sarkem Fest

CIAMIK: Gerakan pementasan pencegahan kebakaran yang dipentaskan oleh teater inklusi dalam menutup Sarkem Fest 2024 di wilayah Sosromenduran, Pasar Kembang, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Menutup Sarkem Fest 2024, teater inklusi turut serta menampilkan drama teater pencegahan terjadinya bencana. Sekitar 25 orang yang tergabung dalam komunitas ini berharap, agar semakin banyak warga yang sadar terkait pencegahan kebakaran.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko menjelaskan, tujuan utama acara ini adalah untuk mempromosikan keindahan dan keunikan tempat-tempat tersebut kepada para pengunjung. “Selain itu, kami berharap juga agar dapat memberikan penghargaan kepada masyarakat setempat yang terlibat dalam industri pariwisata. Terlebih kawasan yang sangat berpotensi untuk memperkuat daya tarik wisata,” ungkapnya.

Selamat Idulfitri 2024

Sementara itu, Koordinator Teater Inklusi Yogyakarta, Baggas menyebut, salah satu aspek menarik dari teater ini agar pertunjukan tersebut tidak hanya menghibur. Tetapi juga memberikan pesan edukatif tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Baca juga:  Polres Bantul Libatkan 558 Personel Kepolisian Hadapi Libur Lebaran

“Melalui pertunjukan ini, informasi penting tentang pengurangan risiko bencana disampaikan kepada penonton, salah satunya kebakaran. Kebakaran dipilih karena letak kepadatan penduduk di Sosromenduran yang sangat mepet sekali, sehingga rawan untuk terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyoroti keberagaman peserta teater yang mencakup orang-orang dengan berbagai latar belakang dan kondisi. Mulai dari orang dengan HIV/AIDS, waria, transpuan, remaja, lansia, hingga disabilitas.

“Mereka semua membentuk komunitas yang kuat melalui seni dan teater, dengan tujuan untuk memperkenalkan proyek teater inklusi yang inovatif kepada masyarakat, terutama mengenai risiko kebakaran di kawasan Sosromenduran yang padat penduduk,” tuturnya.

Baca juga:  Antusiasme Siswa Tinggi, SMPN 5 Banguntapan Sukses Gelar Pesantren Kilat

Pihaknya berharap agar ke depannya, edukasi melalui teater maupun bentuk substansi seni lainnya dapat tumbuh dan diterima oleh masyarakat secara luas. “Terlebih dalam menjaga agar kesenian asli Indonesia dapat tumbuh dan berkelanjutan untuk memberikan edukasi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (suf/abd)