7 Rumah Rusak Akibat Longsor Watukumpul

KERJA BAKTI: Masyarakat bersama TNI Polri saat membersihkan sisa-sisa material longsor yang ada di sekitar pemukiman Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengkonfirmasi, bencana longsor di Kecamatan Watukumpul menyebabkan tujuh rumah rusak dan belasan lainnya rawan. Dari kejadian itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang langsung bergerak mendirikan dapur umum serta distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

Kepala BPBD Pemalang Andri Adi mengatakan, setelah menetapkan wilayah terdampak bencana longsor yang menimpa Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, pada Minggu (3/3) sore, pihaknya bersama seluruh stakeholder merencanakan pemberian bantuan dan penanganan pasca bencana. Hal ini untuk memaksimalkan penanganan, terutama kepada masyarakat terdampak agar tepat sasaran.

Selamat Idulfitri 2024

“Kita adakan rapat internal di BPBD, kemarin, untuk mencari alokasi anggaran penanganan bencana. Selain itu juga bersama stakeholder dengan tujuan mempercepat penanganan agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Baca juga:  Bupati Mansur Larang ASN Mudik Gunakan Kendaraan Dinas

Pihaknya menjelaskan, bencana itu terjadi sore hari setelah wilayah di Selatan Pemalang diguyur hujan serta angin kencang. Total ada tiga rumah rusak parah, empat rumah rusak ringan, 14 rumah, dua fasilitas umum SD sekitar Dusun Sirongge Rt 13 serta 16 di RW 04 dan dusun Rejasari Rt 10 Rw 03 Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul terdampak. Namun tidak ada korban jiwa.

Sedangkan, pihaknya telah menyediakan beberapa barang sandang dan pangan untuk setiap masyarakat. Dengan rincian 10 karung beras, 25 Selimut, 25 Sandang, 14 Matras, 10 dus mie instan, lima botol minyak, 1.000 lembar karung dan dua unit chainsaw. Selain itu, Dinsos Pemalang juga memberikan bantuan yang hampir sama.

Baca juga:  Menang PTUN, Keputusan Pemkab Pemalang sudah Benar

“Dapur umum sudah kita dirikan, total ada 50 orang yang terpaksa harus mengungsikan diri ke tempat pengungsian di Pondok Pesantren Al Ikhsan. Mohon dukungan masyarakat untuk pelaksanaan penanganan bencana, serta selalu waspada terutama saat musim penghujan ini,” imbuhnya.(fan/sam)