TPA Piyungan akan Ditutup 15 April

PILAH: Terlihat ibu-ibu saat melakukan pemilihan sampah di Bank Sampah Induk Gemah Ripah, Bantul, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sebut akan mempercepat penanganan permasalahan sampah. Pasalnya, setelah 15 April tahun ini, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan sudah tidak mampu lagi menerima distribusi sampah.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, karena sudah ada informasi bahwa TPA Piyungan akan ditutup permanen, maka perlu percepatan penanganan sampah. Percepatan ini yaitu melakukan percepatan pembangunan Tempat Pengelola Sampah Terpadu (TPST) sembari menekankan sumber-sumber sampah timbulan.

Selamat Idulfitri 2024

“Piyungan itu 15 April nanti ditutup, makanya ini kita lakukan percepatan penanganan. Selain di ITF Pasar Niten, TPST Modalan juga akan kita percepat. Kemudian sumber-sumber sampah timbulan juga kita tekan,” ungkapnya.

Baca juga:  3 Pasar Tradisional di Yogyakarta Kini Punya Mesin Pencacah Sampah Organik

Menurutnya, anggaran melalui program pemberdayaan berbasis masyarakat padukuhan (PPBMP) sebesar Rp50 juta itu juga akan dimaksimalkan. “Lurah-lurah juga sudah kami dorong untuk mengakomodasi rumah-rumah pilah sampah. Dan jangan lupa, rumah-rumah pilah ini juga menghasilkan pendapatan, jadi biarlah rumah pilah itu banyak tidak apa-apa, karena itu bisa jadi bisnis,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kalurahan Terong Sugiono juga mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan penanganan sampah. Dikatakan bahwa di setiap padukuhan di Kalurahan Terong sudah mempunyai lembaga pengumpulan sampah.

“Jadi di setiap padukuhan sudah ada lembaga yang menangani pengumpulan sampah di setiap rumah. Kemudian sejak lama sudah ada juga dua pengepul yang menampung sampah pilah masyarakat. Di tingkat kalurahan, kami juga telah miliki Lembaga Pembinaan Sosial Masyarakat (LPSM) untuk melakukan pemantauan di setiap padukuhan,” terangnya.

Baca juga:  Bupati Sleman: Setiap Orang Berhak Dapatkan Akses Keadilan

Penanganan persoalan sampah ini sudah sering disosialisasikan pada saat pertemukan RT tingkat kalurahan. Selain itu, pihaknya juga turut memfasilitasi kerja sama kepada kampus-kampus yang mengirim mahasiswanya KKN di Terong untuk melakukan pengelolaan sampah.

“Kami sudah sampaikan kepada seluruh ketua RT agar hal ini disampaikan ke masyarakat. Hanya saja, kami harus jujur terkait antusiasme masyarakat memang masih rendah. Yang mereka pilah hanya yang bisa di jual seperti sampah plastik, untuk sampah lainnya belum,” pungkasnya. (nik/abd)