Dinas Arpus Kota Semarang Ajukan DAK Rp 11,3 M untuk Bangun Perpustakaan Baru

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Endang Sarwingsih
Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Endang Sarwingsih. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang mengajukan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ke sPerpusnas RI sebanyak Rp 11,3 miliar. Anggaran itu nantinya digunakan untuk pembangunan gedung perpustakaan baru di Jalan Setiabudi, Kecamatan Banyumanik senilai Rp 10 Miliar. Juga untuk pemeliharaan sarana prasarana seperti IT, penambahan buku, dan lain-lain.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Endang Sarwingsih mengungkapkan, proposal itu sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu. Namun, saat itu dari pihak Perpusnas RI belum bisa langsung menyetujui. Lantaran ada beberapa hal yang belum memenuhi kriteria sesuai standarisasi menurut UU No 3 Tahun 2009 tentang Aturan Perpustakaan Pemerintah Daerah.

Selamat Idulfitri 2024

“Kemarin (2023, Red.) awalnya kita memilih (lokasi di dekat, Red.) Taman Tirto Agung (sebagai relokasi gedung perpustakaan baru, Red.). Tapi ternyata disana sebagian dari RTLH yang mana daerah itu yang tidak diperbolehkan dibangun dengan ketinggian tertentu. Sedangkan, perpustakaan ini bangunannya harus luas dan ruangan yang banyak,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Selasa (5/3/24).

Baca juga:  Kunjungan Wisata ke Semarang Melonjak 32%, Ini Destinasi Terfavoritnya!

Ia menjelaskan, 15 ruangan yang harus ada di gedung perpustakaan yang baru di antaranya ruangan khusus anak-anak, penyandang disabilitas. Kemudian orang dewasa, buku referensi yang tidak bisa dipinjam, ruang audio visual, pameran, ruang baca, pertemuan, dan lain sebagainya.

Selain itu, Endang menambahkan, syarat dan ketentuan yang harus dilengkapi yakni lokasi gedung perpustakaan harus strategis dan aksesibilitasnya yang mudah. Sehingga diharapkan banyak ruangan yang bisa digunakan semua lapisan masyarakat, serta komunitas dapat beraktivitas disana.

Dirinya memperkirakan, proses pengajuan dari pihak Perpusnas RI akan disetujui pada November mendatang. Nantinya, anggaran tersebut akan dimasukkan pada tahun 2025 bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan baru.

Baca juga:  Dishanpan Jateng Prioritaskan Subsidi Harga Bapok di 17 Daerah

“Ini kita memang belum dapet alokasinya. Nanti di 2025 mudah-mudahan disetujui dan sudah tidak ada masalah dengan lokasi,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Endang, ada komitmen dari Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu untuk memberikan anggaran yang digunakan untuk pemeliharaan dan pendampingan perpustakaan. Yakni melalui Rencana Pembangunan Daerah (RPD).

“Dari RPD itu nanti terkait pemeliharaan anggaran, operasional, dan lain-lain,” pungkas Endang. (int/adf)