Pemkot Yogya Gelar Pasar Murah di 14 Kemantren, Beras Dijual Rp 10.200 per Kg

PANTAU: Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo saat meninjau Pasar Murah di Kemantren Gondomanan, Selasa (5/3/24). (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar pasar murah di 14 kemantren mulai 26 Februari sampai 18 Maret 2024. Kegiatan itu untuk menstabilkan beberapa harga pangan yang tinggi menjelang bulan Ramadan.

Dalam pantauan yang dilakukan pasar murah di Kemantren Gondomanan, Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengungkapkan, masyarakat sangat antusias dalam program pasar murah, terlebih ini memasuki bulan Ramadan. Itu terbukti dengan kehadiran masyarakat di kegiatan pasar murah di kemantren.

Selamat Idulfitri 2024

“Ini adalah cara kita dalam rangka menstabilkan harga. Menurunkan harga yang agak tinggi dan mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  MTsN 3 Sleman Gelar Pesantren Ramadan, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Siswa

Pemkot Yogyakarta juga memberikan subsidi untuk menekan harga pangan, terutama beras. Dicontohkan untuk beras stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP), harga standar sekitar Rp 10.800 per kilogram tapi dalam pasar murah itu dijual sekitar Rp 51.000 per 5 kilogram atau sekitar Rp 10.200 per kilogram.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadan. Pemkot Yogyakarta sudah melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait ketersediaan pangan itu.

“Saya imbau ke masyarakat tidak perlu panik dan khawatir, karena ketersediaan bahan pangan dipastikan cukup. Kemarin di High Level Meeting TPID memastikan itu. Baik dari Bulog maupun Pertamina untuk gas, ketersediaannya cukup. Yang terpenting harus berbelanja dengan bijak dan hemat,” terang Singgih.

Baca juga:  Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Kependudukan di Yogyakarta

Singgih menyatakan, Pemkot Yogyakarta juga melakukan kerja sama antar daerah dengan Bantul, Sleman, dan Kulon Progo untuk memenuhi kebutuhan stok pangan di Kota Yogyakarta.  “Kota Yogyakarta tidak memiliki lahan pertanian cukup, tapi Kota Yogyakarta menjadi pusat dari beberapa daerah,” imbuhnya

Saat ini, beberapa komoditas yang harganya tinggi antara lain beras, telur ayam broiler, dan gula pasir. Sehingga, pasar murah di kemantren tidak hanya menjual beras, tapi juga gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah, dan bawang putih. “Kita tidak hanya melibatkan Bulog, tapi juga mitra dari beberapa distributor untuk bisa berpartisipasi di pasar murah,” pungkasnya. (riz/abd)