Pengunjung Pasar Dugderan Semarang Diminta Jaga Barang Berharga dan Anak-Anak

RAMAI: Para pengunjung memadati Pasar Dugderan di Jalan Kauman depan Masjid Agung Semarang Kauman, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Para pengunjung dari berbagai daerah mulai antusias meramaikan Pasar Dugderan di Alun-alun Masjid Kauman Semarang sejak Rabu (28/2/2024). Dengan banyaknya pengunjung yang berlalu lalang, pihak pengelola mengingatkan mereka untuk menjaga anak-anak dan barang pribadi yang dibawa.

Ketua Pasar Dugderan Masjid Agung Kauman Semarang, Khoirul Ikhsan mengimbau masyarakat supaya bisa menjaga barang berharga masing-masing. Seperti dompet, handphone, kunci kendaraan, dan tas.

Selamat Idulfitri 2024

“Lalu juga amankan anak kecil kalau dibawa. Jangan sampai dilepas dan jangan terlena saat duduk. Apalagi sambil mainan handphone dan lupa bahwa ada hal-hal yang mencurigakan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Udinus Raih Akreditasi Bertaraf Internasional

Ia berharap, tidak ada laporan kehilangan dari masyarakat sampai nanti saat hari puncak Dugderan. Tepatnya pada 9 Maret mendatang.

“Jangan sampai ada (laporan kehilangan, Red.). Karena kita punya tim keamanan dari Babinsa (Bintara Pembina Desa, Red.), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Red.), polisi jumlahnya enam. Kemudian ada dari Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja, Red.), satpam masjid, dan Tim Keamanan Kuliner Kauman juga ada,” jelas Khoirul.

Pada Pasar Dugderan tahun ini, lanjutnya, tidak ada wahana permainan besar untuk anak-anak maupun dewasa. Sebab, adanya wahana tersebut membuat jalan masuk menjadi macet.

Baca juga:  Harga Sembako Masih Tinggi, DPRD Kota Semarang Minta Pemerintah Terus Lakukan Operasi Pasar

“Meski begitu antusias dari masyarakat masih ramai. Karena bagaimana pengelola stand ini berinovasi supaya menjadi daya tarik bagi pengunjung dengan berbagai kuliner yang kekinian. Sehingga disukai anak muda,” kata Khoirul.

Lebih lanjut, ia menerangkan, ada 140 stand makanan yang ikut serta meramaikan Pasar Dugderan. Beberapa di antara mereka berasal dari binaan Masjid Agung Semarang, Pendowo, dan masih banyak lagi.

Selain stand kuliner, kata Khoirul, ada juga stand mainan tradisional anak-anak. Seperti kapal-kapalan serta mainan dari bambu dan tanah liat.

“Dugderan ciri khasnya ada mainan yang terbuat dari tanah liat itu jelas ada. Tidak hanya yang mainan tradisional saja. Tapi ada juga wahana permainan yang tidak besar seperti trompolin, balon, pancingan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Baca juga:  Pendaftaran Duta Bahasa Jateng 2024 Dibuka, Catat Waktunya

Dirinya mengaku, mayoritas pengunjung yang datang dari kalangan remaja. Banyak juga masyarakat yang datang dari luar kota. Di antaranya Kudus, Tegal, Solo, Jogja, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

“Mulai ramai setelah jam 5 sore. Kemudian dibanding kan tahun lalu dilihat keramaian tentatif yang penting bermanfaat pedagang bagaimana keseimbangan pengunjung dan lakunya stand yang ada di sini,” demikian kata Khoirul. (int/adf)