Jepara  

Sedekah Bumi Jepara: Kearifan Lokal yang Dikembangkan Menjadi Daya Tarik Wisata

BERJEJER: Edy Supriyanta selaku Penjabat (Pj) Bupati Jepara tengah mengunjungi Rest Area Ngetuk, Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, belum lama ini.

JEPARA, Joglo Jateng – Kabupaten Jepara memiliki beragama tradisi sedekah bumi. Sedekah bumi sendiri diartikan sebagai bentuk syukur dari masyarakat setempat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sekaligus sebagai penghormatan kepada alam semesta.

Terdapat 184 Desa yang memiliki kegiatan sedekah bumi di Jepara. Jika dikelola dan dikemas dengan baik, tentu akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan untuk datang ke Jepara. Bahkan mampu menjadi ikon pariwisata desa.

Selamat Idulfitri 2024

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan, dirinya memiliki gagasan untuk menggaet wisatawan agar datang ke Jepara. Masing-masing desa Jepara diharapkan dapat menampilkan kearifan budaya lokalnya.

Baca juga:  Pj Bupati Jepara: Pesta Lomban Momen Merawat Sejarah

Termasuk budaya sedekah bumi untuk ditampilkan di obyek wisata. Sehingga desa tersebut memiliki nilai wisata yang patut untuk dikunjungi.

“Kita mempunyai banyak tradisi sedekah bumi. Ini jika dikemas dengan menarik, dan ditampilkan dalam even-even di obyek wisata akan memiliki nilai jual tersendiri,” ungkapnya.

Edy mencontohkan, seperti sedekah bumi ‘Perang Obor’ di Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Jika ditampilkan di lokasi wisata seperti di Pantai Kartini dan Pantai Bandengan di hari tertentu, maka akan menambah daya tarik bagi masyarakat.

Baca juga:  Film Ya Kayuku Ya Kayumu, Ceritakan Problem Mebel Di Jepara

“Tentu bukan hanya perang obor saja ya, tapi juga kearifan lokal lainnya yang dimiliki oleh desa se-Kabupaten Jepara,” tambahnya.

Kemudian, lanjut dia, saat ini Pemerintah Kabupaten Jepara tengah mengawal program pembangunan infrastruktur pengembangan jalan tol agar masuk di Jepara. Hal tersebut ditujukan agar memudahkan akses masyarakat luar yang ingin berwisata. Selain itu, tengah juga mendukung transportasi bidang industri Jepara.

“Misalnya kalau kita di Bali, hanya tari Kecak dengan background pantai, itu saja yang ada. Sedangkan kita kan punya banyak pantai. Saya sampaikan juga kepada DPUPR agar dapat membangun lokasi dekat pantai guna untuk menampilkan kearifan lokal. Itu juga bisa membuat pariwisata Jepara tambah bagus,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkab Jepara Galakkan Gerakan Pangan Murah

Pihaknya menjelaskan, dengan adanya sistem pariwisata kearifan lokal yang mampu menggaet wisatawan datang ke Jepara. Dengan begitu, pendapatan daerah akan naik. Sekaligus untuk mengangkat sektor pariwisata dan UMKM yang ada. (cr4/fat)