Ahli Gizi Imbau tak Konsumsi Teh dan Kopi saat Sahur

Ahli Gizi Udinus Semarang, Vilda Ana Veria Setyawati, S.Gz, M.Gizi,
Ahli Gizi Udinus Semarang, Vilda Ana Veria Setyawati, S.Gz, M.Gizi, (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Mendekati Bulan Ramadan, biasanya masyarakat telah mempersiapkan bahan makanan dan minuman di rumah masing-masing. Menyikapi hal itu, Ahli Gizi asal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Vilda Ana Veria Setyawati, S.Gz, M.Gizi mengimbau kepada masyarakat untuk sebaiknya menghindari minum teh dan kopi pada saat sahur.

Hal itu, kata dia, akan menyebabkan banyak cairan keluar selama satu hari berpuasa. Sehingga menyebabkan urine keluar lebih cepat.

Selamat Idulfitri 2024

“Misalnya terpaksa pas sahur harus minum itu (teh atau kopi, Red.) sebaiknya jangan diminum pada saat mendekati jamnya waktu imsak,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Rabu (6/3/24).

Baca juga:  Yoga Bantu Dorong Metabolisme saat Berpuasa

Selain itu, perlu menghindari juga makan makanan pada saat sahur yang memicu haus. Seperti contohnya, gorengan, soto, mie goreng, dan nasi goreng.

Di samping itu, dirinya juga menyarankan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang terlalu lama dibawah sinar matahari. Sebab, cairan didalam tubuh akan cepat berkurang serta membuat tubuh menjadi lemas. Kemudian, pada saat berbuka puasa, hindari konsumsi minuman dingin karena dikhawatirkan tubuh yang akan menerima makanan atau minuman suhu tubuh tidak kaget.

“Kadang orang-orang yang terbiasa minum es saat buka puasa paling pilek batuk. Seharusnya buka puasa itu harusnya makanan dan minuman manis dan hangat. Jadi supaya tubuh bisa beradaptasi seperti teh atau kolak,” jelasnya.

Baca juga:  Yoga Bantu Dorong Metabolisme saat Berpuasa

Ia menambahkan, buka puasa juga harus menghindari gorengan. Selain kalorinya tinggi juga makanan berminyak lainnya juga tidak baik untuk kesehatan.

“Paling tidak teh hangat atau kurma sebanyak tiga butir, kue kering yang manis-manis aja supaya tidak bermasalah (tubuhnya, Red.). Kalau tidak begitu nanti produksi asam lambungnya naik dan memicu penyakit lambung,” katanya.

Agar tubuh tidak terdehidrasi selama bulan puasa, lanjutnya, masyarakat dihimbau untuk memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas air putih sehari. Caranya, saat sahur dua gelas, buka puasa dua gelas, dan malam empat gelas.

Baca juga:  Yoga Bantu Dorong Metabolisme saat Berpuasa

“Jadi minumnya harus diperhatikan waktunya,” paparnya.

Di sisi lain, diperlukan juga untuk mengonsumsi susu murni, dan makan buah-buahan yang ber air agar rasa kenyangnya awet. Antara lain melon, jeruk, pir, dan lain-lain.

“Jangan terlalu makan nasi banyak saat sahur. Nasi bisa diganti dengan roti, sereal, atau umbi-umbian karena nasi itu karbohidrat sederhana jadi cepat kenyang dan laper. Tapi makannya karbohidrat kompleks itu rasanya gak kenyang tapi tidak cepat lapar. Dan tentu kita harus penuhi dengan sayur-sayuran juga,” pungkasnya. (int/adf)