Meroket, Harga Ayam Potong Naik Jadi Rp 50 Ribu/Kg

SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang Ramadan, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Karangayu, Nur (45) mengeluhkan harga ayam potong alami kenaikan menjadi Rp 50 ribu perkilo, yang sebelumnya masih di harga Rp 42 ribu perkilo. Hal ini mempengaruhi penjualannya selama dua pekan terakhir.

“Sekarang Rp 50 ribu perkilo. Kalau hari-hari biasa Rp 42 ribu perkilo. Daging fillet Rp 50 ribu sebelumnya Rp 45 ribu, ceker ayam dulunya Rp 15 ribu sekarang jadi Rp 20 ribu perkilo,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Rabu (6/3/24).

Selain itu, kata dia, paha ayam juga mengalami kenaikan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 42 ribu. Diakuinya, setiap menuju bulan Ramadan maupun lebaran pasti mengalami kenaikan khususnya ayam potong. Peningkatan ini telah mencapai 5 persen di Pasar Karangayu.

Baca juga:  BAN PDM Jateng Targetkan 8.791 Satpen Terakreditasi Tahun Ini

“Pemasoknya bilang kenaikan ini karena pakannya mahal dan semuanya (ayam, Red.) naik semua. Telur juga sama,” imbuhnya.

Akibatnya, hal ini mengurangi stok pengambilan ayam dari pemasok. Karena itu, ia hanya menyediakan 35 hingga 40 ekor ayam setiap harinya.

“Pembeli pada beli 5 kilo paling dikit, biasanya paling banyak 25 kilo. Pada tidak mau harganya naik, bingung yang jual,” jelasnya.

Bahkan, kata Nur, belum ada operasi pasar dari Pemkot Semarang. Dirinya berharap harga ayam diturunkan lagi seperti sedia kala.

Sementara itu, pedagang lainnya, Kamisah (42) menyampaikan hal yang sama pada kenaikan ayam. Di lapaknya, ayam potong dijual seharga Rp 40 ribu perkilo, yang dulunya masih diharga Rp 33 ribu perkilo.

Baca juga:  Kabar Baik! Pembangunan Tol Semarang-Demak Dipercepat

“Banyak bakul (penjual ayam, Red.) kena dampaknya harga ayam naik semua naik bukan ayam saja,” ujarnya.

Dirinya mengaku, kenaikan ayam ini sudah ada sejak empat hari terakhir. Di samping itu, dirinya bercerita banyak penjual disini hanya bisa mengeluh dan istighfar dengan apa yang dialaminya sekarang.

“Pedagang itu kaget ayam naik semua tapi dirasa dan rasa harganya semakin tinggi betul.  Ya betul kita jelang puasa tapi kok melebihi harga lebaran kalau menjelang lebaran harusnya gak segini,” keluhnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, dengan adanya kenaikan ini yang biasanya ia ambil stok ayam dari pemasok sebanyak dua kwintal. Namun sekarang justru kurang dari jumlah itu dalam sehari.

Baca juga:  Pemkot Semarang Komitmen pada Penyelenggaraan HAM

“Ya berharap bisa dikasih harga murah, karena harusnya harganya tidak setinggi ini,” ujarnya.

Hingga kemarin, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang belum bisa dihubungi oleh Joglo Jateng untuk dimintai keterangan mengenai kenaikan harga ayam di Pasar Karangayu Semarang. (int/adf)