MTsN 9 Bantul Gelar Pawai Budaya, Begini Kemeriahannya!

KENAKAN KOSTUM: Safa kelas 8A (kanan) bersama rekannya tengah berpose menampilkan busana yang dikenakan dalam pawai budaya dalam HAB ke-15 tahun MTsN 9 Bantul, dengan tema Membangun Kebersamaan Menuju Masemba Semakin Kerren!. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)
BANTUL, Joglo Jogja – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 9 Bantul menyelenggarakan pawai budaya yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Amal Bakti (HAB) MTsN 9 Bantul ke-15 tahun.
Waka Kurikulum MTsN 9 Bantul, Noor Shofiyati menyebut, dalam pawai budaya tersebut, tiap kelas menampilkan keunikan budayanya sendiri. Penampilan tersebut diserahkan secara sepenuhnya oleh tiap kelas dalam penentuan tema.
“Mulai dari gunungan sayuran hingga penampilan maskot yang lucu, anak-anak berjalan mengelilingi area madrasah sebelum kemudian mengikuti pentas seni tiap kelas,” ungkapnya, kemarin.
Pihaknya menyebut, sekolah memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Sehingga sekolah hanya membantu memfasilitasi dan memberikan hadiah sebagai apresiasi siswa.
“Anak-anak telah mempersiapkan selama satu minggu sebelum acara berlangsung, sehingga persiapannya sudah matang. Beberapa ada yang membuat kreasi dari barang bekas dan mendesain sekreatif mungkin,” jelasnya.
Ia menyebut, rangkaian perayaan ulang tahun dimulai dengan Hablum Al-Qur’an yang berlangsung selama 15 hari. Di mana guru dan karyawan sekolah membacakan Alquran bersama-sama.
“Acara berlanjut dengan anjangsana bersama kepala sekolah yang telah pensiun, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya selama bertugas. Besoknya, rangkaian acara diakhiri dengan tausyiah, menjadikan hari ini difokuskan untuk menyenangkan anak-anak,” tuturnya.
Salah satu siswi dari kelas 8A, Safa menampilkan maskot peri bersayap putih dalam kirab budaya tersebut. Dirinya menyebut, tidak memerlukan banyak bahan dalam pembuatan sayap untuk keperluan kirab budaya tersebut.
“Saya sangat senang sekali, terutama dalam proses pembuatan. Saya hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu saja dan terbuat dari bahan dasar kapas dan kardus bekas yang saya kreasikan sendiri,” tutupnya. (suf/adf)