Jepara  

Stabilkan Harga Pangan Pokok dengan Gerakan Pangan Murah

TERTARIK: Warga setempat tengah memilah bahan pokok yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara pada gerakan pangan murah, Rabu (6/3/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Menjelang Hari Besar Keagamaan (HKBN) puasa dan idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengadakan gerakan pangan murah. Agenda tersebut berlangsung di Balai Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Rabu (6/3/24).

Gerakan pangan murah ini melibatkan beberapa unsur terkait. Diantaranya, Bulog, Gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan pedagang bawah merah dan putih.

Selamat Idulfitri 2024

Beberapa komoditas yang dijual yaitu 3 ton beras medium SPHP, 4 ton beras dari Gapoktan. kemudian 250 kilogram bawang merah, 1 ton telur, 900 liter minyak goreng, bawang putih, frozen food, gula dan sarimi dengan banderol jual di bawah harga pasar.

Baca juga:  Memprihatinkan, 138 Sekolah Negeri di Jepara Rusak

Jika di pasar beras medium dijual dengan harga Rp 16 ribu perkilogram, maka di gerakan pasar murah ini dijual Rp 10.600 perkilogram beras SPHP. Sedangkan beras dari Gapoktan Rp 13.400 perkilogram.

Dalam pantauan Joglo Jateng, sedari pagi warga turut mengantre di beberapa stand yang disediakan. Terutama di stand Badan Urusan Logistik (Bulog) yang menyediakan beras murah dan minyak dari cadangan pemerintah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Diyar Susanto menyampaikan, kegiatan gerakan pasar murah ini berupaya untuk mengendalikan pasokan pangan pokok, kestabilan harga. Serta menekan inflasi. Khususnya di Jepara.

Baca juga:  Korban Terdampak Bencana 9 Ribu Lebih, Pj Bupati Serukan Warga Saling Bantu

“Adanya kenaikan harga di beberapa komoditas pangan, terutama beras dapat memicu inflasi dan gejolak di masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, gerakan pangan murah menjadi upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan menjelang Ramadan. Ketersediaan pangan terutama beras, akan tetap stabil hingga Ramdan mendatang. Lantaran, ia sudah berkomunikasi kepada pihak Bulog terkait hal itu.

“Stok ini akan diprediksi masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga lebaran mendatang,” paparnya.

Sementara itu, Maryati salah satu warga mengutarakan, terbantu dengan adanya pasar murah. Mengingat, menjelang Ramadhan ini harga kebutuhan pokok tengah naik. Sehingga, momen ini menjadi kesempatan baginya untuk memborong keperluan dapurnya.

Baca juga:  Ini Penyebab Elpiji Melon di Jepara Langka

“Senang, karena mau puasa ini harga kan lagi naik. Mumpung ada acara ini jadi sekalian keperluan apa yang dibutuhkan dibeli,” pungkasnya kepada Joglo Jateng. (cr4/fat)