Batang  

Transaksi E-Blangkon Jateng Capai Rp 72 Miliar

JELASKAN: Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Batang Tatang Sontani saat memaparkan dalam Bimtek Penggunaan Blangkon Jateng, di Aula Bupati Batang, Rabu (6/3/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

BATANG, Joglo Jateng – Nilai transaksi belanja langsung melalui toko online (E-Blangkon) di Jawa Tengah (Jateng) pada 2023 mencapai Rp 72 miliar. Sedangkan, Kabupaten Batang berhasil menduduki peringkat kedua setelah Pemerintah Provinsi Jateng.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Batang Tatang Sontani mengatakan, transaksi e-Blangkon di Batang mencapai Rp 72 miliar pada 2023. Hingga pekan pertama Maret, transaksi telah mencapai Rp 6,7 miliar.

Selamat Idulfitri 2024

“Pentingnya penggunaan e-Blangkon dalam semua proses pengadaan barang dan jasa di Batang. Nilai transaksi dari Rp 0-50 juta harus menggunakan platform e-Blangkon yang mencakup tiga marketplace. Yaitu Gratis Ongkir, MBiz, dan Tisera. Sedangkan, Rp 50 juta ke atas harus menggunakan e-katalog lokal,” ucapnya.

Baca juga:  Perbaikan Jalur Pantura Batang Capai 80 Persen

Oleh karena itu, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Batang secara rutin menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Blangkon Jateng bagi UMKM, PPK, pejabat pengadaan dan bendahara. “Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pegawai. Aturan dalam pengadaan barang dan jasa terus berubah dan kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Menurutnya, tiga marketplace di e-Blangkon itu harus dipilah dengan bijaksana. Pemberian wewenang kepada OPD untuk memilih platform sesuai sangat penting.

Selain itu, pihaknya menyoroti pentingnya keadilan bagi penyedia dan UMKM. Meskipun nilai transaksi masih minimalis, ada upaya memastikan penyebaran adil dan memberikan kesempatan bagi produk yang belum mendapatkan klik pembelian. “Kami memahami situasi para penjual yang telah menayangkan produk, tetapi belum mendapatkan pembeli. Keadilan harus ditegakkan,” tegasnya.

Baca juga:  Masjid Besar Nurul Huda Batang Sediakan Menu Buka Puasa Gratis Sebulan Penuh

Namun, lanjutnya, tidak semua transaksi harus dilakukan secara online. Penyedia barang juga perlu mempertimbangkan offline dan metode konvensional. Misalnya pelaku UMKM sudah memasang produk di marketplace, bagaimana supaya laku harus ada upaya.

“Seperti, dengan datang ke OPD-OPD memberikan sampel. Ini loh produk saya kalau di online seperti itu. Ini faktanya kaya gini. Sehingga bisa melihat, mencicipi dan mencoba produknya,” pungkasnya.(hms/sam)