Upaya Pemkot Semarang Tangani Banjir Dinilai Membuahkan Hasil

Ahli Hidrologi USM, Edy Susilo
Ahli Hidrologi USM, Edy Susilo. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ahli Hidrologi Universitas Semarang (USM), Edy Susilo menilai, penanganan persoalan banjir di Kota Semarang sudah cukup efektif dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam mencegah banjir mulai terlihat dengan menurunnya luas wilayah genangan. Termasuk kontrol saluran dan pompa-pompa air di sejumlah titik.

Ia menambahkan, intensitas hujan yang terjadi akhir dan awal tahun ini tidak setinggi sebelum-sebelumnya ketika Kota Semarang diterjang banjir. Namun demikian, menurutnya, hasil upaya mengantisipasi banjir amat signifikan.

Selamat Idulfitri 2024

Pemantauan yang dipimpin oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu tersebut, kata Edy, telah menunjukkan simbol pemimpin hadir di tengah masyarakat. Terlebih koordinasi lintas sektor antara Pemkot Semarang di dalamnya Dinas Pekerjaan Umum dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang juga sangat maksimal.

Baca juga:  Jelang Idulfitri, Satpol PP dan Dinsos Kota Semarang Tertibkan PGOT

“Dilihat dari upaya sudah bagus, dimulai dari pompa di (Sungai, Red.) Tenggang. Walau kewenangan BBWS, tetapi DPU (Dinas Pekerjaan Umum, Red.) melakukan kontrol dulu,” jelasnya, belum lama ini.

Fokus penanganan banjir di Kota Semarang, kata Edy, masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), dan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD). Ia pun mengapresiasi upaya wali kota yang turun langsung menangani persoalan banjir.

“Bagus, memang saya lihat komitmen Mbak Ita (Hevearita, Red.) dalam penanganan banjir sangat intens sekali perhatiannya. Kemarin sampai turun langsung penanganan. Dia memimpin kontrol kondisi saluran dan pompa,” katanya.

Baca juga:  Jadi Baromater, Polda Jateng Evaluasi Kesiapan Jalur Mudik

Ia mengutip informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung pada Maret 2024. Dengan perkiraan tersebut, dan meski penanganan sudah dilakukan, ia menegaskan Pemkot Semarang tidak boleh lengah.

“Cuaca ekstrem masih berlangsung. Dari sisi hujan masih perlu diwaspadai. Tetapi pemerintahnya sudah intens dalam penanganan,” paparnya.

Sebelumnya, Pemkot Semarang menyatakan, upaya penanganan banjir terus ditingkatkan dengan menambah kapasitas pompa dan normalisasi saluran air. Kedunya akan dilakukan tahun ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) DPU Kota Semarang, Mochamad Hisam Ashari menyebut, normalisasi saluran dilakukan bersama BBWS Pemali Juana. Misalnya di saluran air sepanjang Jalan Kaligawe sampai Jembatan Gotong Royong di Tlogosari.

Baca juga:  PKB Siap Pasang Gus Yusuf di Pilgub Jateng 2024

“Normalisasi tersebut akan membuat aliran air menuju Rumah Pompa Tenggang lancar. Sebab, Jembatan Nogososro di Tlogosari yang awalnya rendah menjadi penghambat telah dinaikkan,” terangnya.

Penanganan di bagian Timur ini sedang dikebut pengerjaannya. Pasalnya, pada tahun sebelumnya wilayah yang menjadi aliran menuju Rumah Pompa Tenggang dan Sringin tersebut acap kali dilanda banjir.

Saat ini, pihaknya juga terus melakukan analisa di sejumlah ruas jalan Kota Semarang yang sering tergenang air. Beberapa saluran yang tak mampu menampung debit air masuk daftar normalisasi.

“Seperti Jalan Tanjung nanti salurannya akan kami normalisasi,” ujarnya. (int/adf)