Wujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Pemkot Yogyakarta Luncurkan KRPPA di Rejowinangun

BAHAGIA: Siswa TK di salah satu TK di Kota Yogyakarta saat melaksanakan pembelajaran menyenangkan, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat menambah Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) di Kelurahan Rejowinangun, Rabu (6/3/24)
. Dengan adanya KRPPA, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang ramah perempuan dan peduli anak.

Pelaksana Harian Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Sarmin mengungkapkan, pencanangan Kelurahan Rejowinangun menjadi KRPPA sudah diinisiasi tahun lalu lewat sosialisasi dan fokus grup diskusi. Untuk menjadi KRPPA, terdapat berbagai indikator seperti adanya kelompok usaha perempuan, forum anak, tempat pengaduan bagi anak dan perempuan yang mengalami kekerasan, serta ada tidaknya pekerja anak dan perkawinan anak.

Selamat Idulfitri 2024

“Untuk menjadi KRPPA, Kelurahan Rejowinangun sudah terpenuhi. Sehingga ini menjadi yang kedua, setelah tahun lalu kita canangkan KRPPA untuk Giwangan,” ungkapnya, Rabu (6/3/24).

Baca juga:  Bantul Dipersiapkan Jadi Percontohan Kabupaten Antikorupsi

Selain deklarasi KRPPA, dilaksanakan pengukuhan 12 Relawan Sapa di Kelurahan Rejowinangun. Tugas Relawan Sapa fokus pada promotif dan preventif terkait menciptakan lingkungan anti kekerasan, peduli perempuan ramah anak. Termasuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta eliminasi hak-hak anak.

“Kita pastikan bahwa relawan bergerak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta diberikan pemberdayaan perempuan dari sisi penggerakan ekonomi dengan pelatihan kepada kelompok wanita yang ada,” terangnya.

Menurutnya, kekerasan di Kota Yogyakarta didominasi dengan korban perempuan dan anak. Oleh sebab itu, harus menjadi komitmen semua pihak untuk mengatasi dan mencegah permasalahan perempuan dan anak. “Forum anak kota juga akan kita gerakan untuk berkiprah di kelurahan untuk berani menjadi pelopor dan pelapor kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkab Sleman Gelar Bakti Sosial di 17 Kapanewon dalam Rangka Hari Jadi ke-108

Dengan demikian, KRPAA dapat mengintegrasikan program perlindungan pemberdayaan perempuan serta program perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya dalam pengelolaan anggaran, menjalankan program dan penguatan pemberdayaan masyarakat dengan perspektif gender dan hak-hak anak. (riz/abd)