Jepara  

Kebutuhan Pupuk di Jepara Tinggi, Melebihi Target Alokasi

SAWAH: Nampak kejauhan terlihat seorang petani tengah menyiram pupuk cair ke tanaman, Jepara, beberapa waktu lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sejak musim tanam pertama atau MT-1 2024, kebutuhan pupuk di Kabupaten Jepara sangat tinggi. Hal tersebut telah melebihi target alokasi.

Raditya Dwi Pridyastanto selaku Kepala Bidang Sarpras dan Pengukuhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara menyampaikan, pihaknya memperoleh alokasi sebanyak 12.497,8 ton. Diantaranya, 7.493,7 ton jenis pupuk urea dan 5.004,1 ton jenis pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium).

Selamat Idulfitri 2024

“Penyerapan pupuk urea sudah mencapai 3.100 ton atau sekitar 41 persen. Sedangkan untuk NPK nya mencapai 1.800 ton atau 24 persen,” paparnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Terima LKjIP, Pj Bupati Jepara Dorong OPD Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja

Kendati demikian, Kementrian Pertanian berencana menambah alokasi pupuk bersubsidi. Hal itu dilakukan untuk kestabilan pupuk pada setiap daerah. Mengingat penyerapan pupuk sangat tinggi di Jepara.

DKPP Jepara  saat ini tengah menunggu realisasi penambahan alokasi kebutuhan pupuk sampai akhir tahun. Kemudian, merujuk pada alokasi 2024, kebutuhan pupuk urea berdasarkan Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) mencapai 14.178 ton, dengan alokasi hanya 52,8 persen.

Adapun kebutuhan pupuk NPK mencapai 17.019,9 ton dengan alokasi hanya 29,4 persen. Alokasi tersebut dibagi untuk 58.076 petani.

Lalu, saat ini, semua kios yang menyalurkan pupuk bersubsidi, sudah dapat melayani pembelian hanya dengan menggunakan KTP. Syaratnya, petani yang membeli pupuk bersubsidi telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pembelian dengan KTP tersebut telah dimulai sejak awal Febuari.

Baca juga:  Memprihatinkan, 138 Sekolah Negeri di Jepara Rusak

“Sekarang sudah mulai pembelian pupuk bersubsidi menggunakan KTP. Yang jelas petani tersebut masuk atau terdaftar dalam RDKK,” ungkapnya.

Samsi Resdia Manto selaku Account Executive (AE) Pupuk Indonesia wilayah Jepara memastikan, stok pupuk Urea maupun NPK selalu tersedia. Walau, permintaan pupuk bersubsidi pada Januari-Maret selalu meningkat.

“Stok pupuk Urea di distributor mencapai 1.400 ton dengan harga Rp 2.250 perkilogramnya, dan untuk NPK 1.200 ton dengan harga Rp 2.300 perkilogram,” tandasnya kepada Joglo Jateng. (cr4/fat)