Pemkot Semarang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Segini Harga Bersa Per Kilogramnya

ANTUSIAS: Ratusan warga saat mengantre untuk membeli beras SPHP dalam kegiatan Pasar Rakyat Aman dan Murah (Pak Rahman) di Halaman Kecamatan Candisari. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pangan murah. Salah satunya melalui gelaran Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) di Halaman Kecamatan Candisari.

“Saat pelaksanaan High Level Meeting dengan Pj Gubernur, Bank Indonesia, dan Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah, kami mendapat arahan persiapan (antisipasi kenaikan harga, Red.) menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Ini tentunya menjadi satu perhatian khusus bagi kami,” ucap Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat ditemui Joglo Jateng, kemarin.

Selamat Idulfitri 2024

Lebih lanjut, ia menerangkan, persoalan yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni kenaikan harga beras. Di Pak Rahman, beras SPHP dijual seharga Rp 52 ribu per 5 kg, sedangkan merek medium super Rp 62 ribu.

Baca juga:  Pemkot Semarang Gencarkan Gerakan Bakti Sosial selama Ramadan

“Di Pak Rahman, Ini menjadi support bagi masyarakat untuk mendapat beras murah melalui program tersebut, di tengah tingginya harga beras di pasaran,” jelasnya.

Ita, sapaan akrab Hevearita menambahkan, pelaksanaan Pak Rahman dilaksanakan di tiga tempat dalam sehari. Selain beras, pihaknya juga menyediakan daging dan bahan makanan lainnya.

“Ada daging, makanan olahan yang lebih murah dibanding harga di pasaran. Apalagi saat mau puasa, beras pasti jadi incaran. Sedangkan menjelang Lebaran daging pasti banyak diburu masyarakat,” kata.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menyebut, stok beras di Kota Semarang masih aman hingga 3 bulan ke depan. Berdasarkan data yang diterimanya, persediaan beras mencapai 50.800 ton. Sedangkan kebutuhan setiap bulannya di Kota Semarang mencapai tingkat konsumsi 15 ribu ton beras.

Baca juga:  Bappeda Dorong Penguatan Kelembagaan & Penyelesaian Sengketa Informasi melalui FGD

“Sehingga estimasinya masih bisa mencukupi tiga bulan ke depan. Apalagi masih akan ada restock dari Bulog dan distributor lainnya. Untuk kebutuhan bahan pokok lainnya masih aman,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi kenaikan harga. Lalu, melakukan pengendalian harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kami lakukan monitoring melibatkan semua pihak, hingga ke level bawah ikut memonitor. Harapannya, jangan sampai ada yang menumpuk bahan pangan dan spekulan-spekulan,” katanya.

Menurutnya, Pak Rahman yang merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkot Semarang, Bulog, pihak swasta, BUMP, dan pelaku pangan yang menggelar pasar murah bagi masyarakat ini sangat membantu. Kolaborasi ini berkembang tak hanya pada program Pak Rahman. Tapi ada juga Lumbung Pangan Kota Semarang (Lumpang Semar).

Baca juga:  17 Perusahaan dalam Pengawasan, Harus Bayar THR 3 April

“Saat ini sudah ada 91 titik di 16 kecamatan dan 64 kelurahan serta 11 toko mitra pangan. Ini sedang kami buatkan sistemnya. Sehingga ketika ada kebutuhan masyarakat terhadap komoditi pangan tertentu kita bisa langsung suplai,” pungkasnya. (int/adf)