Petugas KPPS dan Linmas yang Meninggal Terima Santunan Rp 48 Juta

PAPARAN: Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah memastikan petugas penyelenggara pemilu serentak 2024 yang meninggal akibat kelelahan akan mendapat santunan Rp 48 juta per orang. Dengan rincian Rp 38 Juta uang santunan dan sebesar Rp 10 Juta sebagai biaya pemakaman.

Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono menyampaikan, alokasi dana santunan itu telah dialokasikan oleh Baznas, BPJS, dan anggaran DKPU dari APBN. Sehingga pihaknya telah memastikan semua petugas yang meninggal saat melakukan pekerjaannya akan menerima.

Selamat Idulfitri 2024

“Santunan ada otomatis. Bahkan Baznas itu mengalokasikan dana untuk yang meninggal itu, sementara yang sudah kita sampaikan dari BPJS, APBN melalui anggaran DKPU. Nominal Rp 38 juta dan Rp 10 juta biaya pemakaman,” ujar Handi di sela rapat pleno di kantornya, belum lama ini.

Baca juga:  10 Orang di Semarang Terjangkit Leptospirosis Ringan

Adapun sejak hari pemungutan tanggal 14 hingga 27 Februari ada sebanyak 36 petugas yang meninggal karena kelelahan. Selain itu, terdapat pula 740 orang lainnya yang sakit dalam melaksanakan tugas.

“Kita menghitung secara pelaporan itu di penyelenggara meninggal 14-27 Februari. KPPS 17 orang dan Linmas 19 orang,” ungkapnya.

Lebih jauh, secara keseluruhan dari seluruh kabupaten/kota di Jateng terdapat sebanyak 67 petugas meninggal selama tahapan pemilu. Berasal dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), panitia pemungutan suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Baca juga:  11 Balon Udara Liar Ganggu Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang

“Total 67 itu karena ada badan penyelenggara kita yang sebelum pemungutan juga meninggal. Tapi itu ada pegawai petugas yang terkait penyelenggaraan pemilu. (Kalau 36) Data ini yang saya sampaikan itu KPPS,” tandasnya. (luk/gih)