Jepara  

Piala Adipura Diarak Keliling Kota Ukir

MENYAPA: Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Jepara bersama perwakilan Forkopimda menyapa masyarakat di arakan piala Adipura, Jepara, Kamis (7/3/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kabupaten Jepara menerima penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (6/3) di Jakarta. Jepara dinobatkan sebagai salah satu kota sedang terbersih di Indonesia.

Hal itu merupakan pencapaian kembali bagi Kota Ukir ini. Lantaran, Adipura ini merupakan piala ke-16 yang diterima oleh Kabupaten Jepara. Termasuk Adipura Kencana yang diterima pada tahun lalu.

Selamat Idulfitri 2024

Piala Adipura kemudian diarak dari Balai Desa Gedangan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara menuju Pendapa R.A Kartini Jepara, Kamis (7/3/24). Piala diarak dengan kendaraan bak terbuka yang diikuti oleh Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta bersama perwakilan Forkopimda.

Sepanjang jalan, rombongan turut disambut antusias oleh siswa-siswi sekolah. Mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMP dengan memegang bendera merah putih.

Baca juga:  Merawat Literasi, Buka Bersama Sekaligus Menggambar Kreasi Kaligrafi

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Jepara Edy Supriyanta menyampaikan, penghargaan Adipura ini merupakan buah dari kerja keras seluruh masyarakat Jepara. Terutama pada petugas kebersihan yang senantiasa menjaga kebersihan sejak pagi hingga malam hari.

Alhamdulillah, ini merupakan adipura ke-16 yang berhasil diraih oleh Kabupaten Jepara secara berturut-turut,” jelasnya.

Kendati penghargaan kali ini bukan Adipura Kencana, namun, Pj Bupati tetap merasa bersyukur dan bangga. Sebab upaya dalam menjaga kebersihan di Jepara cukup membuahkan hasil. Sehingga mampu mempertahankan kota sedang terbersih tingkat nasional.

“Ke depan, kita tingkatkan lagi untuk bisa merebut kembali Adipura Kencana. Memang dalam mempertahankan ada beberapa hal spesifik. Jujur anggaran di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangat sedikit dibanding kota lain. Namun kita bahagia masih dapat Adipura,” ungkapnya.

Baca juga:  Bentuk Generasi Qur'ani, Adakan Qur'an Champ

Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan. Baik di jalan perkotaan, wilayah pedesaan, hingga perumahan.

“Biasakan untuk memilah sampah dari rumah tangga. Ada 150 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya,” paparnya.

Usai tiba di Pendapa Jepara, Edy Supriyanta kemudian memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan. Dia memberikan tali asih atau penghargaan anggaran sebesar Rp 67.650.000 beserta sembako kepada petugas kebersihan yang telah berjasa bagi Kabupaten Jepara.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Aris Setiawan mengucapkan, arakan ini diadakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahwa Jepara mampu bersaing dengan kota lain menyoal kebersihan.

Baca juga:  Pemkab Jepara Galakkan Gerakan Pangan Murah

“Jadi kita ingin menunjukkan kepada masyarakat kalau kita mau kerja keras, sungguh-sungguh, komitmen, kita juga diakui oleh tingkat nasional,” tambahnya.

Ia juga berharap kepada masyarakat agar tidak puas dengan hasil yang diperoleh. Mampu menjaga kebersihan lingkungan, serta memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis. Terutama pada sampah plastik.

Lalu, lanjutnya, sampai sekarang ini telah terdapat 32 Desa Mandiri Sampah. Yang mana Desa mandiri tersebut mampu mengolah dan memilah. Sehingga dapat membuka lapangan baru serta mengurai sampah menjadi pupuk.

“Semangat lagi untuk menjaga Jepara agar tetap bersih. Melaksanakan pilah sampah dari rumah dan juga bisa melakukan pengurangan sampah, khususnya sampah plastik,” tandasnya kepada Joglo Jateng. (cr4/fat)