Sasar Gen Z, Diskominfo Kota Semarang Sosialisasikan Kanal 112

FOTO BERSAMA: Kegiatan Lapor Semarang Goes to Campus di Aula Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (7/3/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang menggencarkan sosialisasi kanal pengaduan masyarakat dan layanan Darurat Call Center 112. Tujuannya untuk memperluas jangkauan informasi ke masyarakat, terutama menyasar kepada Generasi Z.

Diskominfo menyelenggarakan Lapor Semarang Goes to Campus yang bekerja sama dengan Program Studi D4 Informasi dan Humas Universitas Diponegoro Semarang di putaran perdana. Sejumlah mahasiswa diundang untuk mengikuti kegiatan ini.

Selamat Idulfitri 2024

Sub Koordinator Pengelola Aspirasi dan Informasi Diskominfo Kota Semarang, Wulan Asih Setyarini mengukapkan, Gen Z merupakan salah satu ras terkuat dalam penyebarluasan informasi. Khususnya di media Sosial. Maka dari itu, pihaknya datang untuk memperkenalkan kanal–kanal yang dapat digunakan oleh mereka untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Semarang.

Baca juga:  65 Sekolah di Semarang Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

“Dengan mengenal kanal Sapa Mbak Ita dan Call Center 112 ini, para mahasiswa lokal dan pendatang dapat memanfaatkannya dalam penyampaian aspirasi. Serta menyebarkan informasi ini agar dapat dimanfaatkan lebih luas lagi oleh masyarakat,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Kamis (7/3/24).

Sementara itu, Sekretaris Prodi D4 Informasi dan Humas Universitas Diponegoro, Agus Naryoso menyambut baik kerja sama yang telah dilakukan antara Diskominfo Kota Semarang dan Sekolah Vokasi Undip. Melalui kerja sama ini, diharapakan mahasiswa mendapat project kehumasan untuk membantu penyebarluasan informasi mengenai adanya layanan publik ini.

Baca juga:  Tim Futsal USM Juara 2 Turnamen Ramadan Cup

“Saya menjamin bahwa informasi yang akan diberikan oleh teman-teman Diskominfo akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Apalagi bagi anak kost dan perantau ketika jatuh sakit telpon teman belum tentu direspon, bahkan gak punya pulsa. Daripada pusing, kalian bisa menghubungi Call Center 112,” katanya.

Di sisi lain, Senior Program Advisor Pattiros, Dini Inayati mengaku acara ini sangat baik untuk mengenalkan kanal pengaduan Sapa Mbak Ita dan Layanan Darurat 112. Menurutnya, suara masyarakat, termasuk juga para mahasiswa harus diberi ruang.

“Seperti contohnya masukan, kritikan, aspirasi yang diberikan ini tentunya dapat meningkatkan kinerja dan juga pembangunan Kota Semarang,” ungkapnya.

Baca juga:  10 Orang di Semarang Terjangkit Leptospirosis Ringan

Kedepannya, kata Dini, sedikitnya akan ada 5 kegiatan Goes to Campus yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2024. Yakni melalui roadshow ke kampus-kampus di Kota Semarang.

“Diharapkan dapat mengenalkan kanal-kanal komunikasi Pemerintah Kota Semarang lebih luas lagi,” harapnya.

Sebagai informasi, masyarakat dapat melakukan pengaduan publik dengan menghubungi WhatsApp di nomor 081215000512 dan website di sapambakita.lapor.go.id. Selain itu, juga bisa melalui Twitter @sapambakita, dan mobile apps Sapa Mbak Ita. Sementara untuk kejadian darurat, masyarakat bisa menghubungi nomor 112 untuk mendapatkan pertolongan. (int/adf)