Pati  

Kasus DBD di Pati Tinggi, Program PSN Digalakkan

PENCEGAHAN: Fogging dilaksanakan di salah satu wilayah di Kabupaten Pati untuk menekan kasus DBD, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati mengalami peningkatan pada awal tahun 2024. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sudah ada puluhan kasus yang ditemukan.

Puluhan kasus tersebut ditemukan selama dua bulan terakhir ini. Yakni bulan Januari ada sebanyak 40 kasus dan Februari sebanyak 51 kasus.

Selamat Idulfitri 2024

Adapun kasus DBD tersebut paling banyak ditemukan di 3 Kecamatan. Di antaranya Dukuhseti, Cluwak, dan Margoyoso yang tersebar di beberapa desa.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Joko Leksono mengatakan, pihaknya saat ini berupaya mengidentifikasi kasus tersebut. Yakni agar tidak terjadi lonjakan penyakit DBD yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.

Baca juga:  Kue Buatan Para Napi Laris Manis

“Kita selidiki dengan adanya DBD itu tidak terjadi lonjakan. Yang sebetulnya dia tidak DBD tetapi dianggap DBD, artinya diagnosa masih suspek atau dugaan. Nah itu yang ingin kita klarifikasi,” kata dia, belum lama ini.

Apalagi, kata dia, sudah ada 1 anak yang meninggal akibat terserang DBD tersebut. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius pihaknya.

“Januari itu memang ada laporan yang meninggal 1 di Pati. Ini kita selidiki sebab meninggalnya juga memang karena DBD. Jadi semoga ini tidak tambah lagi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, Dinkes Pati juga akan terjun ke lapangan bersama tim dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada dua bulan ke depan. Hal tersebut dilakukan untuk pengamatan jentik (jumantik) dan menggalakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Baca juga:  Delapan Kecamatan di Pati Terendam Banjir, Ini Lokasinya

“Kita akan melakukan jumantik yang ada di lingkungan masing-masing. Misal di Puskesmas A angka bebas jentiknya 95 persen. Ini kalau kita hanya 70 sampai 80 persen karena kegiatan PSN yang kurang,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah menyebarkan surat edaran tentang kewaspadaan DBD. Yakni untuk melaksanakan PSN serta melakukan pengamatan di wilayah setempat jika ditemukan kasus tersebut. (lut/fat)