Pati  

Soal Kemacetan, Dishub Pati: Banyak PKL di Pinggir Jalan

KONDISI: Kemacetan yang terjadi di ruas jalan dr. Sutomo Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sejumlah ruas jalan di Pati Kota sering mengalami kemacetan. Seperti halnya kemacetan yang terjadi di jalan dr. Sutomo Pati dan Pasar Gowangsan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati, Teguh Widiatmoko menyebut penyebab kemacetan di dua ruas itu akibat parkir sembarangan di pinggir jalan. Mengingat banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di jalur tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

“Bagaimanapun parkir tidak terlepas dari adanya PKL di sana. Baik itu yang ada di dr. Sutomo ataupun yang berada di jalur Pasar Gowangsan ke barat itu,” kata Teguh, belum lama ini.

Baca juga:  Pemkab Pati Berikan Bantuan Kesejahteraan Guru & Pengelola Ponpes

Menurutnya, kondisi kemacetan ini sering terjadi saat jam-jam padat. Karena volume kendaraan yang cukup tinggi kemudian diperparah dengan kondisi parkir yang tidak tertib.

Pihaknya akan mencoba mengurangi permasalahan ini. Yakni dengan melakukan patroli secara rutin meskipun tidak disebutkan waktu pastinya.

“Untuk parkir nanti dalam waktu akan ada agenda patroli bersama. Ini akan dilalukan secara rutin di wilayah tersebut itu tadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Akademisi dari Sekolah Tinggi Menajemen Informatika dan Komunikasi (STMIK AKI) Pati, Adhi Priyanto juga memberikan komentar terkait persoalan ini. Menurut dia, semrawutnya parkir di kota tersebut diakibatkan beberapa faktor. Salah satunya bertambahnya tempat usaha.

Baca juga:  Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Pati 2023

“Tanpa lahan parkir pasti jadi awal lalu lintas macet. Karena ruas jalan yang semula hunian berubah jadi tempat seperti usaha konter, toko, resto, cafe, PKL,” ujar dia.

Kondisi ini menurutnya diperparah dengan ruas jalan sempit yang tidak mungkin diperlebar lagi. Sehingga hal tersebut yang menjadi sumber dan akar permasalahan parkir yang makin tak tertata.

“Jalan tidak mungkin dilebarkan karena sudah mulai merata di beberapa tempat ruas jalan di kota. Sedangkan izin usaha diberikan tanpa persyaratan ketersediaan lahan parkir yang tidak menggunakan jalan dan fasilitas umum,” ucapnya. (lut/fat)