24 Ton Beras Murah Digelontorkan ke Sejumlah Daerah di Jateng untuk Stabilkan Harga, Ini Lokasinya

SUASANA: Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Kantor Kecamatan Gayamsari, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan 24 ton dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak. Kegiatan ini digelar kembali dalam rangka stabilisasi harga bahan pokok yang dilaksanakan serentak di empat daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, kegiatan GPM ini sebagai respon atas perkembangan harga bahan pangan, terutama beras, yang meningkat menjelang Ramadan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Selamat Idulfitri 2024

Pihaknya menyebut, TPID yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Batang, Kabupaten Banyumas dan Kota Cilacap.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Upgris Jalankan Proker Penghijauan untuk Cegah Banjir

“Beras yang dipasok dalam GPM serentak mencapai 24 ton. Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut kesepakatan High Level Meeting TPID pada 6 Maret 2024 lalu,” jelas Rahmat, belum lama ini.

Ia menambahkan, sebanyak 8 ton beras, baik SPHP maupun komersil, disediakan dalam GPM di Semarang dengan harga yang terjangkau. Selain itu, beberapa bahan pangan juga ditawarkan.

Di antaranya telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, tepung, daging ayam, aneka daging sapi, aneka ikan frozen, dan sayuran.

Pihaknya merinci harga bahan pangan dalam GPM berkisar antara Rp10.400-Rp13.000/kg untuk beras, Rp28.000/kg untuk telur ayam ras, Rp28.000/kg untuk bawang merah, Rp38.000/kg untuk bawang putih, dan Rp14.000/liter untuk minyak goreng.

Baca juga:  Udinus Raih Akreditasi Bertaraf Internasional

GPM yang disambut antusias oleh masyarakat ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pengendalian inflasi.

Tak hanya berbelanja bahan pangan dengan harga murah, masyarakat yang hadir dalam GPM juga memperoleh edukasi sekaligus pengalaman bertransaksi secara digital melalui program ‘Cukup Scan QRIS 5.000, Dapatkan Pedasnya Cabai’.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga dapat melakukan penukaran uang rupiah melalui Kas Keliling Bank Indonesia.

Ke depan, GPM serentak juga akan dilaksanakan pada 15 Maret dan 2 April 2024.

“Gerakan yang diselenggarakan secara masif ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idulfitri dengan harga yang terjangkau,” imbuhnya.

Baca juga:  Ram Check, 10 Persen Angkutan belum Penuhi Syarat

Sementara Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, GPM bertajuk ‘Sinergi Sosialisasi Harga Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)’ ini menyediakan bapok dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran.

“Harapannya, menjelang Ramadan ini saudara-saudara kita sudah mempunyai persedian (beras), sehingga harga-harga tidak terjadi gejolak yang signifikan,” ungkapnya. (luk/gih)