Awas! Buang Sampah Sembarangan di Sleman akan Disanksi Pidana, Ini Hukumannya

CEK: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau tempat pemilahan sampah usai meluncurkan program Gede Lampah di Kapanewon Depok, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Setelah munculnya kebijakan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan mulai menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan. Warga yang kedapatan melakukan itu, akan dijerat hukuman pidana atau denda.

Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, pihaknya memiliki andil dalam upaya penertiban pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman.

Selamat Idulfitri 2024

Tugas yang dimiliki untuk menegakkan perda, salah satunya memastikan aturan pengelolaan sampah dapat berlaku secara efektif.

“Masalah sampah diatur dalam Perda tentang Lingkungan Hidup yang diperkuat dengan adanya Perbup tentang Pengolahan Sampah. Untuk penegakkan, kami mengacu pada Perda tentang Trantib,” katanya.

Baca juga:  Gelar Manasik Haji, Tingkatkan Keislaman Siswa

Di dalam peraturan itu, masyarakat dilarang membuang sampah secara sembarangan. Pasalnya, jika melanggar dapat dikenakan denda paling banyak Rp50 juta atau pidana kurungan maksimal tiga bulan.

“Sosialisasi tentang peraturan ini sudah dilakukan dalam waktu satu tahun terakhir. Hal ini juga dinilai mencukupi, sehingga upaya penindakan secara tegas akan dilakukan dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Aturan itu sebetulnya akan dilakukan yustisi kepada pelanggar sebelum pemilu. Namun karena fokus pengamanan pemilihan, maka pelaksanaan mulai puasa dan setelah Lebaran baru akan digencarkan.