Wali Kota Semarang Dorong Tersedianya Lahan Produktif

Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu
Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong tersedianya lahan produktif meskipun Kota Lumpia merupakan metropolitan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya menjaga kedaulatan pangan di wilayah ini.

“Mendorong Kota Semarang walaupun metropolitan tetapi masih punya lahan produktif,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Menurutnya, upaya tersebut mulai berjalan dengan hadirnya Program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) dan pertanian urban di Kota Semarang. Melalui Pak Rahman, pihaknya berupaya menekan harga komoditas atau menghadirkan pangan murah kepada masyarakat serta mengendalikan inflasi. Termasuk pula melalui pertanian perkotaan, selain menjaga alih fungsi lahan, juga untuk menjaga kedaulatan pangan masyarakat.

Baca juga:  Ketua DPRD Kota Semarang Minta Penanganan Banjir dan Rob Lebih Ditingkatkan

“Dengan adanya Pak Rahman ini inflasi di Kota Semarang di bawah provinisi maupun nasional, kami mendorong masyarakat agar makin sejahtera, dan menjaga kedaulatan pangan,” jelasnya.

Ia menuturkan, penggilingan padi Rice Mill dari Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kota Semarang tepatnya di Purwosari, Kecamatan Mijen dalam sehari dapat memproduksi sampai 3 ton beras. Kemudian, pengembangan bawang merah varietas Bima di Kota Semarang bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki diperkirakan bisa memproduksi 19,6 ton tiap hektare.

“Misal di Mijen itu, punya pabrik selepan (penggilingan padi, Red.), dalam sehari bisa produksi 3 ton beras. Ini berasnya medium super fresh tidak numpuk-numpuk di gudang. Bahkan bawang merah juga diproduksi di sini,” pungkasnya. (int/adf)