20 Tahun Perjalanan, KRJ Konsisten Tebarkan Kebermanfaatan

MENGGUGAH SELERA: Petugas Takmir Masjid Jogokariyan saat menjaga menu berbuka untuk jemaah, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SEMARAK bulan suci Ramadan tahun ini benar-benar terasa di setiap sudut Kota Yogyakarta. Di berbagai masjid selalu ramai akan agenda untuk memeriahkan bulan penuh ampunan itu. Salah satunya, di Kampung Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Di perkampungan penduduk yang berlokasi di sisi selatan Kota Yogyakarta tersebut, Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) seolah-olah sudah menjadi ikon dan jujugan para masyarakat. Dipusatkan di sekitar Masjid Jogokariyan, kegiatan itu terus konsisten digelar dalam 20 tahun terakhir.

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Rizqi Rahim mengatakan, beragam kegiatan bernuansa islami digulirkan selama Ramadan di KRJ. Antara lain Pasar Sore Ramadan, salat tarawih, itikaf, hingga buka puasa bersama dengan ratusan porsi per harinya.

Baca juga:  Pemerintah Ajak Kerja Sama IKM untuk Tingkatkan Pasar Industri

Menu buka puasa pun disajikan dalam piring, yang selama ini menjadi ciri khas Masjid Jogokariyan. “Setiap hari, selama Ramadan, Masjid Jogokariyan menyediakan buka puasa 3.500 piring yang dimasak oleh 27 kelompok ibu-ibu Dasawisma,” katanya.

Tak kalah fenomenal, Pasar Sore Ramadan di sepanjang Jalan Jogokariyan, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berburu beragam menu buka puasa. Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, warga dari berbagai penjuru senantiasa memadati pasar tiban tersebut setiap sorenya.

“Pasar Sore Ramadan KRJ tahun ini diikuti 324 pedagang. Sebagian besar yang ikut melapakkan dagangannya merupakan pelaku UMKM warga Jogokariyan,” ungkapnya.

Baca juga:  DP3 Sleman Dorong Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul

Sementara itu, Ketua Panitia KRJ 2024 Zaki mengatakan, tahun ini KRJ genap berusia 20 tahun. Kawasan di sekitar Masjid Jogokariyan ini setiap Ramadhan selalu menjadi lokasi favorit bagi masyarakat di Kota Yogyakarta untuk ngabuburit sambil berburu kuliner khas Ramadhan yang banyak dijajakan.

“Tentu saja ini sebuah perjalanan yang tidak singkat untuk mencapai titik ini. Untuk itu semua ini perlu dilestarikan,” ungkapnya.

Kegiatan KRJ 1445 H sendiri dibuka secara resmi dengan pemotongan pita oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, didampingi Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma dan Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, Senin (11/3). Adapun KRJ tahun ini mengangkat tema 20 Tahun Perjalanan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, yang terbukti menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat selama bulan puasa di Kota Yogyakarta. (bam/abd)