Bulan Puasa, Jam Belajar Siswa Berkurang 10 Menit

SUASANA: KBM olahraga di Halaman SDN Pudakpayung 01, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Selama Bulan Puasa, jam belajar siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) berkurang 10 menit. Hal tersebut tertuang pada Surat Edaran Sekretariat Daerah Kota Semarang Nomor b/718/000.8.6/III/2024 tentang Jam Kerja Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang selama Bulan Ramadan 1445 H

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengukapkan, perubahan tersebut sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Perubahan jam belajar bagi siswa bermaksud agar para siswa lebih fokus dalam menjalankan ibadah puasa.

Selamat Idulfitri 2024

“Tidak beda jauh dengan tahun kemarin. Beban pelajaran tahun ini dikurangi juga,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Minta Penanganan Longsor di Sendangmulyo Dilakukan Secara Komprehensif

Saat Ramadan, kata dia, siswa jenjang PAUD/TK hingga SD masuk sekolah pada pukul 07.30. Sementara jam masuk SMP tidak berubah yakni pukul 07.00.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Aloysius Kristiyanto menambahkan, beban belajar pun dikurangi sepuluh menit di setiap jenjang. Seperti contohnya, alokasi waktu 25 menit per jam pembelajaran tatap muka diperuntukkan siswa PAUD. Sedangkan, siswa SD hanya 30 menit dan SMP 35 menit.

“Biasanya kan SMP 45 menit perjam pembelajaran. Saat Ramadan hanya pulang lebih awal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, kebijakan perubahan tersebut bisa berbeda-beda di setiap sekolah atau tergantung sekolah masing-masing. Misalnya di SDN Tugurejo 02, siswa masuk sekolah pukul 07.00 untuk mengikuti kegiatan pembiasaan terlebih dahulu maksimal hingga pukul 07.45.

Baca juga:  DPRD Siapkan Dana Cadangan Rp 200 M untuk Pilgub Jateng

“Kebanyakan sekolah mungkin fleksibel sesuai dengan kebijakan kegiatan masing-masing. Tapi intinya saat Ramadan siswa pulang lebih awal,” kata Aloysius.

Ia menambahkan, selama bulan Ramadan ini, Disdik berupaya memanfaatkan pengembangan keagamaan. Yakni melalui kegiatan madrasah diniyah (madin). (int/adf)