Kudus  

Duh! Inflasi di Kudus Capai 2,99 Persen, Salah Satu Pemicunya Harga Beras Tinggi

Ilustasi beras sebagai salah satu pemicu inflasi di Kudus. (PIXABAY/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, pada Februari 2024 terjadi inflasi sebesar 2,99 persen. Hal ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,43 persen.

Pada Februari 2024, tingkat inflasi Year on Year (y-on-y) Kudus sebesar 2,99 persen dan tingkat inflasi year to day (y-to-d) sebesar 0,60 persen.

Selamat Idulfitri 2024

Tingkat inflasi y-on-y untuk Februari 2023 dan Februari 2022 masing-masing sebesar 6,18 persen dan 1,95 persen. Tingkat inflasi y-to-d Februari 2023 dan Februari 2022 masing-masing sebesar 0,62 persen dan 0,83 persen.

Baca juga:  Pasca Banjir, H. Masan Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto menyampaikan, komoditas utama yang menyumbang inflasi month to month (m-to-m) adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng.

Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan harga. Yaitu ikan nila, jagung manis, semangka, jeruk, dan susu cair kemasan.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,43 persen, kelompok pendidikan sebesar 4,98 persen,” jelas Eko.

Lanjut dia, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,10 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,96 persen. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,28 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,09 persen.

Baca juga:  Meriahkan Milad dengan Ngabuburit Sastra

Selanjutnya ada kelompok transportasi sebesar 1,07 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,01 persen. Serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen.

“Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi y-o-y sebesar 0,33 persen” imbuhnya. (cr3/fat)