Jateng Waspada, BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga 15 Maret

WASPADA: Polisi mengatur lalu lintas kendaraan yang macet akibat banjir yang merendam jalur pantura di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, kemarin. Intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai di sekitar ruas jalan di kawasan itu mengakibatkan banjir dengan ketinggian 40 cm - 1,5 meter. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani Semarang meminta warga Jawa Tengah waspada cuaca eksrem. Yakni berupa angin kencang dan hujan lebat yang diprediksi berlangsung sejak 13 hingga 15 Maret 2024 mendatang.

Prakirawan BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa mengatakan, pontensi hujan lebat di Jateng terjadi secara merata. Mulai daerah Pantura Barat, Pantura Tengah, Solo Raya, hingga sebagian pantura Timur seperti Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara.

Selamat Idulfitri 2024

“Untuk masyarakat harap waspada dengan cuaca ekstrem yang beberapa hari ke depan akan terjadi, harap terus memantau website kami untuk meg-update cuaca Jateng. Harap waspada beberapa hari ini, terutama di wilayah pesisir utara maupun pesisir selatan,” katanya pada Joglo Jateng, Rabu (13/3/24).

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Harap Masyarakat Kurangi Sampah sampai 30 Persen

Ferry menyebut bahwa hujan lebat ini disebabkan oleh adanya tekanan rendah di wilayah Jateng. Kemudian Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di kuadrat empat. Sehingga mengakibatkan kontribusi pertumbuhan awan konfektif yang kuat di wilayah Jateng.

“Untuk sementara hujannya ada diposisi siaga, jadi bisa menyebabkan banjir karena hujan yang terus menerus dari pagi hingga malam hari. Tapi tetep harus diwaspadai kalau misal ada informasi yang lanjut dari BMKG,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ferry menyebut untuk daerah pesisir selatan perlu diwaspadai adanya angin kencang. Khususnya di Cilacap, Kebumen dan Banyumas. Kemudian daerah Pantura Timur juga daerah Jepara, Demak dan Blora.

Baca juga:  Perumahan Grand Pertama Tembalang Sering Kebanjiran, Distaru Semarang Minta Pengembang Bangun Talud Sesuai Kajian

“Harap waspada lagi-lagi untuk angin kencang beberapa hari ini, terutama di wilayah pesisir utara maupun pesisir selatan. Tidak direkomendasikan untuk liburan ke pantai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, secara umum Jateng sudah melewati puncak musim penghujan. Diperkirakan akan terjadi peralihan musim di April mendatang masuk ke musim kemarau.

“Ini posisinya masih musim penghujan, mungkin akan ada masa peralihan di bulan April, baru masuk ke musim kemarau,” tutupnya. (luk/gih)