Mahasiswa KKN Upgris Buat Hidroponik untuk Ketahanan Pangan

KOMPAK: Kelompok 40 KKN Universitas PGRI Semarang membuat program kerja tanaman hidroponik di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kelompok 40 KKN Universitas PGRI Semarang (Upgris) membuat program kerja tanaman hidroponik di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Tujuannya untuk menerapkan urban farming dan pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Dalam prosesnya, para mahasiswa KKN Upgris memanfaatkan perlatan seadanya. Di antaranya seperti ember yang sudah tidak digunakan, cup minuman plastik, arang sekam, filter akuarium, ikan lele, dan tanaman kangkung bekas memasak warga.

Selamat Idulfitri 2024

Ketua Kelompok 40 KKN Upgris, Denny Ferano A mengatakan, proyek kerja ini berawal saat kelompoknya melihat ember-ember tak terpakai saat membersihkan posko. Dengan arahan dosen pembimbing lapangan Khoiriya Latifah, akhirnya ember-ember tersebut dimanfaatkan.

Baca juga:  Tanggap Bencana Banjir, SEKAR Bank Jateng Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Pati, Kudus dan Demak

“Ketika kami tiba di kelurahan dan bersih-bersih posko, kami melihat ada ember-ember kosong di belakang posko yang sudah lama tidak terpakai. Akhirnya kami meminta izin ke Pak Lurah dan tukang kebun untuk dapat dijadikan ember itu sebagai media tanaman hidroponik,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Denny mengaku, proses menanam hidroponik ini sudah berjalan selama tiga pekan. Kini tanaman ini sudah mulai menunjukkan perubahan. Kangkung yang ditanam mulai tumbuh dengan lebat.

Ia pun merinci proses awal pembuatan media tanaman hidroponik ini. Yakni dengan menggunakan empat ember yang dilubangi tutupnya.

Baca juga:  17 Perusahaan dalam Pengawasan, Harus Bayar THR 3 April

“Kami siapkan ember, cup minuman bekas kemudian akar kangkung bekas memasak, kemudian tutup ember kami lubangi di 10 titiknya. Ketika sudah selesai kami mengisi ember yang sudah dibersihkan dengan air bersih untuk kemudian dimasukkan benih ikan lele,” paparnya.

Danny mengaku bahwa proses menanam hidroponik sangat mudah. Hanya cukup memperhatikan perawatan ikan lele yang ada di ember dengan rutin memberikan makanan dan membersihkan airnya.

“Untuk perawatan cukup mudah, hanya perlu memberi makan pada pagi dan sore hari serta mengganti air ketika dirasa sudah keruh dan berbau. Karena tanaman kangkung ini mengandalkan pergerakan air untuk terus tumbuh,” jelasnya.

Baca juga:  Perusahaan Wajib Berikan THR Maksimal H-7 Lebaran

Harapannya, adanya tananam hidroponik ini mampu memberikan manfaat bagi warga di wilayah tersebut. Karena kangkung yang cepat panen dan bisa meningkatkan ketahanan pangan. (luk/adf)