Mantap! Kasus Stunting di Kudus Turun 16,8 Persen, DKK Kudus Beberkan Tipsnya

JELASKAN: Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus, Nuryanto menjelaskan terkait kasus Stunting di Kudus, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Angka kasus stunting di Kabupaten Kudus mengalami penurunan sebanyak 16,8 persen pada 2023. Kasus tersebut berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) maupun Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus, Nuryanto menyampaikan, berdasarkan data SSGI, capaian angka stunting mengalami penurunan di tahun 2023 menjadi 16,8 persen.

Sedangkan, trend di e-PPGBM yang dilakukan melalui penimbangan serentak di Kabupaten Kudus, mencatat adanya penurunan jumlah kasus stunting 4,05 persen.

“Kalau untuk angkanya di e-PPBGM itu tahun 2022 ada sekitar 2.900-an anak stunting. Kemudian, di 2023 ada sekitar 2.500-an, jadi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga:  Raih Prestasi di Dua Bidang Berbeda

Nuryanto menyampaikan bahwa upaya spesifik untuk penanganan kasus stunting sudah dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Baik itu, melalui penguatan calon pengantin (catin), ibu hamil, maupun bayi yang dilahirkan.

“Kita advokasi pula untuk ASI (air susu ibu) eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan agar diberikan oleh sang ibu. Apalagi, di Kudus kebanyakan kan karyawan pabrik, jadi kita kerjasama dengan perusahaan agar menyediakan kelonggaran bai ibu untuk memberikan ASI eksklusif,” terangnya.

Selain itu, DKK Kudus juga menguatkan program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang akan menangani masalah kesehatan di seluruh siklus kehidupan. Mulai dari bayi lahir, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Baca juga:  Pertahankan Lahan Pertanian di Bantul Bisa dapat Insentif PBB 70%

Nuryanto berharap, angka stunting di Kabupaten Kudus bisa terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Dimana, untuk tahun 2024, pihaknya menargetkan angka stunting berdasarkan SSGI bisa dibawah standar nasional yakni 14 persen. (cr3/fat)