Masuki Panen Raya, DP3 Sleman Targetkan Tambahan Beras 46.924 Ton

PETIK: Gapoktan Bimo Makmur melakukan panen raya padi jenis Hibrida Sembada 168 di Rogobangsan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat, mulai Maret 20024 petani di Sleman mulai memasuki panen raya. Masa panen itu diharapkan dapat menambah stok beras sebanyak 46.924 ton.

Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, adanya kemarau Panjang di 2023 berdampak terhadap sektor pertanian. “Diperkirakan luas lahan yang mengalami kemunduran untuk menanam padi mencapai 10.000 hektare karena baru direalisasikan di awal 2024. Harusnya penanaman bisa dilakukan mulai Oktober hingga Desember, tetapi realisasinya baru pada Januari dan Februari 2024,” katanya.

Selamat Idulfitri 2024

Suparmono mengungkapkan, untuk panen di bulan ini diperkirakan seluas 4.051 hektare. Diharapkan, dengan total luas lahan ini mampu memproduksi beras 15.071 ton. Adapun April yang menjadi puncak panen ada padi seluas 6.868 hektare yang siap dipetik hasilnya.

Baca juga:  Cegah Korupsi, Pemkab Sleman Lakukan Koordinasi dengan KPK

“Untuk April kami perkirakan bisa menghasilkan beras sebera 25.553 ton. Harapannya, dengan masa panen ini, maka ada tambahan produksi beras sebesar 46.924 ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi hasil panen dari Januari sampai April,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, DP3 Sleman, Siti Rochayah mengatakan, luasan sawah di Sleman terus menyusut. Hal ini menjadi tantangan untuk tetap bisa menjaga produktivitas padi untuk memenuhi kebutuhan pangan.

“Salah satu upaya yang dilakukan dengan pemakaian bibit unggul serta pengembangan varietas padi yang masa tanamnya lebih pendek. Biasanya, padi ditanam hingga panen memerlukan waktu sekitar hampir empat bulan sehingga dalam setahun hanya panen tiga kali,” terangnya.

Baca juga:  Gelombang Arus Balik di Terminal Jombor Diprediksi Berlanjut Hingga Selasa

Meski begitu, saat ini sudah ada varietas unggul dengan masa panen yang lebih pendek. Jenis benih yang dikembangkan adalah varietas Pajajaran MD 70 dan Siliwangi. Padi jenis ini sudah mulai diuji coba di Kapanewon Prambanan di 2023. Total lahan yang ditanam seluas 118 hektare.

“Ini yang coba dikembangkan. Di 2024 ada lahan seluas 1.414 hektare yang ditanam padi berusia pendek dan terdistribusi di sejumlah kapanewon seperti Kalasan, Prambanan, Godean dan lainnya,” tandasnya. (bam/abd)