Demak  

Memaknai Tradisi Megengan di Kabupaten Demak

MULAI: Bupati Demak dr. Hj. Eisti'anah, S.E., menabuh beduk untuk memulai Festival Megengan dan Kirab Budaya Kota Wali, Senin (11/03/2024) sore. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Kata ‘Megengan’ diambil dari bahasa Jawa yang berarti menahan. Acara itu digelar untuk mengingatkan masyarakat akan datangnya bulan suci Ramadan 1445 H. Bulan di mana seluruh umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Kegiatan tersebut digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Senin (11/03/2024) sore.

Acara juga dihadiri langsung Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Demak dan Wakil Bupati Demak KH.Ali Makhsun. Hadir pula, Kepala Dinas, jajaran OPD, Asisten Sekda, dan Ketua Persit KCK Cabang XXXVII Ny. Wiyani Maryoto.

Selamat Idulfitri 2024

Kirab budaya tersebut melibatkan ratusan peserta kirab, Rebana Kontemporer, Historical Dance Demak, Fashion Muslim Wear, Flashmob, Band Performance dan kirab budaya dari Kabupaten/Kota lain. Serta komunitas-komunitas terbaik Demak dan Festival Kuliner Ramadhan.

Baca juga:  Warga Bungo Wedung Gelar Sedekah Laut

Peserta kirab menampilkan sejumlah atraksi kesenian yang sangat menarik. Mereka berjalan melalui rute dari alun alun Demak menuju perempatan taman belimbing (samping Kodim 0716/Demak). Kemudian menuju jalan Kyai Singkil depan Kantor bupati Demak. Selanjutnya melalui jalan panjang jimat (depan kabupaten) menuju panggung kehormatan di depan gedung TIC.

Bupati Demak menyampaikan, bahwa tradisi Megengan memiliki makna bersiapnya masyarakat Demak untuk menahan segala hawa nafsu dalam menyambut Ramadan. Implementasinya melalui kegiatan kesenian, sekaligus sebagai ruang bagi tumbuhnya kreativitas seni dan budaya lokal serta UMKM di Kabupaten Demak.

Baca juga:  HUT ke-521, Bupati Demak Ingin Masyarakat Bangkit Pasca Bencana

“Tradisi ini sudah ada turun temurun sejak abad ke-15 yang diprakarsai Sunan Kalijaga sebagai media penyebaran agama Islam melalui akulturasi budaya Jawa dan Islam,” kata Bupati.

Dirinya menyakini, festival yang digelar setiap menjelang puasa itu dapat menjadi daya tarik wisatawan luar Demak. Karena kegiatan tersebut mengangkat tema yang berunsur islami.

“Kami yakin, event ini dapat menjadi daya tarik wisata yang luar biasa, mengangkat unsur islami dan budaya serta mengusung kerjasama yang apik antar stakeholder pariwisata di Kabupaten Demak,” tukasnya.

Festival ini diselenggarakan untuk warga Demak dan sekitarnya. Kegiatan itu dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1445 H dan untuk memperingati hari jadi Demak ke 521 Tahun yang jatuh pada tanggal 28 Maret 2024 mendatang. (adm/fat)