Pati  

Delapan Kecamatan di Pati Terendam Banjir, Ini Lokasinya

KONDISI: Salah satu wilayah di Kabupaten Pati yang terendam banjir, Jumat (15/3/2024). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Banjir terus meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Jumlahnya makin bertambah dari hari sebelumnya seiring meningkatnya intensitas curah hujan di Bumi Mina Tani ini.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati per Jumat (15/3), banjir sudah merendam delapan kecamatan. Yakni meliputi Kecamatan Gabus, Kayen, Juwana, Jakenan, Sukolilo, Tambakromo, Pati, dan Dukuhseti.

Selamat Idulfitri 2024

Ada puluhan desa yang terendam banjir di delapan kecamatan itu. Di antaranya yakni Desa Tanjung Anom, Banjarsari, Sunggingwarno, Babalan, Kosekan, Mintobasuki, Penanggungan, Gempolsari (Kecamatan Gabus), Desa Kayen, Trimulyo, Srikaton (Kecamatan Kayen).

Baca juga:  Pemkab Pati Sediakan 11 Bus Gratis untuk Pemudik

Kemudian Desa Kudukeras, Bumirejo, Kedungpancing, Doropayung, Jepuro, Tluwah, Sejomulyo, Doropayung, Bendar (Kecamatan Juwana), Desa Tondokerto, Sembaturagung, Bungasrejo, Karangrowo (Kecamatan Jakenan).

Desa Kasiyan, Gadudero, Wotan ( Kecamatan Sukolilo), Angkatan Kidul, Angkatan Lor, Karangawen (Kecamatan Tambakromo), Desa Banyutowo (Dukuhseti) dan Desa Mustokoharjo (Pati).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo mengatakan, banjir di sejumlah wilayah tersebut karena tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir ini. Sebab, kondisi ini mengakibatkan volume di sejumlah aliran sungai naik.

“Sudah satu Minggu hujan intensitas tinggi dan cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Pati. Ini mengakibatkan daerah aliran sungai tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap menggenangi beberapa kecamatan,” terangnya.

Baca juga:  Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Pati 2023

Sebagian besar puluhan yang terdampak banjir tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Silugonggo. Sedangkan Bendung Wilalung Kudus yang mengalir ke sungai Silugonggo dibuka lagi, sehingga hal ini menyebabkan banjir semakin meluas.

“Dampak dibukanya pintu air bendung Wilalung yang mengarah ke lembah Silugonggo maka tinggi muka air di sungai Juwana akan naik, menyebabkan aliran sungai- sungai kecil yang bermuara di sungai Juwana terhambat. Akhirnya akan membanjiri desa-desa baik di areal persawahan maupun pemukiman,” sebut dia.

Desa-desa yang yang terdampak banjir cukup parah di antaranya yakni Sunggingwarno Gabus. Ada sebanyak 350 rumah yang terdampak dampak banjir dengan ketinggian 5 hingga 30 centimeter.

Baca juga:  Penumpang Bus AKAP Turun Drastis

Kemudian lainnya desa Doropayung Juwana. Ada ratusan rumah di desa ini yang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 35 centimeter. Kemudian desa Sembaturagung Jakenan ada sebanyak 295 rumah di  yang terdampak banjir dengan ketinggian 30 hingga 70 centimeter. (lut/fat)