Jepara  

Banjir di Dorang, Gus Haiz Minta Pemerintah Kirim Bantuan Logistik

KONDISI: Banjir di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Sabtu (16/3). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Haizul Maarif menilai banjir di Desa Dorang Kecamatan Nalumsari terlampau parah. Sehingga untuk meringankan dibutuhkan sentuhan dari Pemerintah.

Bagi Gus Haiz, sapaan akrabnya, banjir yang datang melibas Desa Dorang sejak Jumat 15 Maret 2024, sedikitnya telah menggenangi dua Rukun Warga (RW), yakni 02 dan 03 dan lahan seluas puluhan hektare.

“Air datang dari Timur (Kudus.red) dan memenuhi tanggul Sungai Wulan Drainase (SWD) satu dan dua. Semakin hari terus bertambah, pada Jumat air pun membuncah dan terjadilah banjir,” papar Gus Haiz kepada Joglo Jateng, Sabtu (16/3/24).

Baca juga:  KPU Jepara Pastikan Proses Coklit Tuntas di Pekan ketiga

Hingga sekarang, pihaknya peroleh informasi dari warga bahwa ketinggian air terus mengalami kenaikan dan menyebabkan masyarakat terisolir. Menurutnya, Pemerintah harus menginventarisir korban dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mengingat sekarang telah memasuki bulan Ramadhan (puasa), Gus Haiz menginstruksikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat Desa Dorang.

“Inventarisir korban dan kebutuhan warga seperti beras sangat penting dilakukan Pemkab Jepara. Tolong prioritaskan pengiriman logistik dengan menurunkan bantuan cadangan pangan. Pertimbangkan juga untuk membuka dapur umum,” ujarnya.

Sementara itu, Petinggi Desa Dorang, Arief Soepratiknjo mengatakan, sebanyak 1.039 Kartu Keluarga (KK) atau 3.134 warga terdampak banjir di tahun 2024 ini, dengan kedalaman dari 50 Cm sampai 1,5 Meter.

Baca juga:  Kurang Petugas, Rumah Singgah Sosial di Jepara Butuh Tenaga Rehabsos

Rinciannya, RW 02 ada lima Rukun Tetangga (RT) dengan total 432 KK yang terdampak banjir. Ditambah dengan RW 03 ada tujuh RT, dengan jumlah 607 KK. Mereka terkepung banjir sampai hari ini.

“Yang jelas ada ratusan hektare yang terdampak, termasuk 120 hektare sawah milik warga yang siap panen. Kepada Pemerintah, kami berharap untuk dikucurkan bantuan pangan, karena masyarakat sedang kesusahan,” pungkas Arief. (map/gih)