65 Sekolah di Semarang Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

RUSAK: Kondisi atap kelas yang ambrol akibat hujan deras dan banjir di salah satu sekolah di Kota Semarang, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Setelah hujan deras dan angin kencang melanda Kota Semarang beberapa hari terakhir, puluhan gedung sekolah mengalami kerusakan. Langit-langit ruang kelas yang ambrol terjadi di 65 sekolah.

Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengukapkan, ada juga lantai sekolah yang mengelupas. Adapun titik wilayah sekolah yang paling banyak terdampak karena banjir di antaranya Kecamatan Genuk, Semarang Timur, Semarang Utara, Gayamsari, Pedurungan, dan Semarang Barat.

Selamat Idulfitri 2024

“Sekolah yang sarprasnya parah di SDN Kembangsari. Nanti gak cuman sapras, tapi drainasenya kita tambahi. Urukan sekolah-sekolah yang kemarin terdampak itu juga perlu ditinggikan halamannya dengan pemasangan keramik lagi,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Selama Sepekan 30 Bencana Terjadi di Jateng

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki atap sekolah yang dinilai sudah keropos. Dalam hal ini, ia akan memprioritaskan sapras guna keselamatan peserta didik. Terkait dengan jumlah anggaran yang dikeluarkan, Disdik akan berkoordinasi dengan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) untuk bisa menggunakan anggaran guna pembenahan terhadap sapras dan drainase sekolah.

“Misal kalau perlu anggaran yang kita ajukan, kita geser ke anggaran perubahan,” kata Bambang.

Di sisi lain, ia menilai jika sebagian besar cuacanya sudah membaik, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah bisa dilakukan secara luring, atau tatap muka. Sebab selama banjir sekolah boleh melangsungkan pembelajaran daring.

Baca juga:  Atlet Perisai Diri Upgris Raih 12 Juara

“Tapi saya masih tawarkan ke sekolah-sekolah yang masih terdampak kalau misal belum memungkinkan silahkan pembelajaran secara daring. Kalau aksesnya aman dan mudah dilalui dan tidak terjebak macet silahkan menjalani pembelajaran offline,” pungkasnya. (int/adf)