Banjir Kaligawe Surut, Warga Terdampak Masih Kesulitan Air Bersih dan Makanan

DILINTASI WARGA: Kondisi pascabanjir yang telah surut di sepanjang Jalan Kaligawe, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Minggu (17/3/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Banjir yang beberapa hari lalu menggenang di Jalan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari mulai surut. Hingga kemarin, ketinggian air di wilayah tersebut maksimal 60 cm.

Lurah Tambakrejo, Sukaswi mengukapkan akses jalan di wilayahnya masih berada di posisi yang rendah. Saat banjir mulai terjadi di Gayamsari, ketinggian air bisa mencapai lebih dari satu meter.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut pantauan Joglo Jateng, di tengah jalan Kaligawe terdapat dua posko utama yang disediakan sebagai fasilitas untuk warga yang terdampak banjir. Di antaranya posko pelayanan kesehatan dan posko permakanan.

Baca juga:  H+3 Lebaran, Nana Sudjana Sebut Perayaan Idulfitri di Jateng Berjalan dengan Baik

“Dia (warga, Red.) tidak sempat mengeluh jadi langsung ke posko aja dan meminta obat. Dan sudah ada dokter dan perawat yang stand by di posko,” ucapnya, Minggu (17/3/24).

Selain ada dua posko utama, juga ada truk untuk pengisian air bersih telah di samping persis truk makanan dari kepolisian. Sebagian warga nampak sibuk mengantre sembari memegang galon kosong yang sudah dibawa dari rumah.

Sementara itu, warga RT 4 RW 5, Tanggul Rejo, Aslamiyah (39) mengaku, ketersediaan air bersih akhir-akhir ini cukup sulit. Biasanya, di rumah ia menggunakan air Perusahaan Air Minum (PAM), namun saat ini airnya tidak mengalir.

Baca juga:  Jembatan Kaligawe Bisa Difungsikan saat Mudik Lebaran

“Sudah dua hari airnya mati. Makanya ini saya ngisi air dua galon untuk minum dan masak dan ini gratis,” akunya.

Selama terdampak banjir, dirinya mengeluhkan rasa gatal di tubuh karena air kotor yang masih menggenang di dalam rumahnya. Selain itu, ia juga merasa kesulitan mencari bahan pokok. Sehingga, ia hanya bisa mengandalkan makanan gratis dari posko yang didirikan oleh pemerintah kota. Namun jatah yang diberikan masih belum cukup untuk makan seluruh anggota keluarganya.

“Serumah kan ada empat orang, tapi dijatah dua bungkus kan. Nah duanya kasian tidak makan. Katanya si memang jatahnya seperti itu,” ujarnya. (int/adf)